I am freelance intelligence. Currently trying to understand capitalism.

Friday, 22 May 2015

Guruku Sayang Padaku

Jujur saya khawatir, melihat pola pikir orang-orang di negara ini yang perlahan mulai bergeser mengikuti paham negara-negara liberalis. Setahu saya, negara ini punya budaya bahwa orang yang paling keren bukanlah mereka yang punya uang paling banyak. Jika saya lihat tokoh-tokoh masyarakat (whatever fiksi atau beneran) yang sangat nge-hits dulu seperti Benyamin, Si Pitung, dll. mereka itu bukan tokoh dengan uang yang banyak, tapi mereka merupakan tokoh yang memiliki kepedulian tinggi kepada masyarakat dan memperjuangkan kebajikan, bandingin ama Iron man, Kapten Amerika, beda banget kan? Ya of course karena budayanya beda, beda itu bukan berarti satu lebih benar satu lebih buruk lo, beda ya beda, bukan masalah benar atau salah, tapi tentang yang paling baik dan pas itu yang mana. Dari situ setahu saya, di negara ini, budaya mengatakan bahwa orang yang paling keren ya orang-orang seperti si pitung, dkk itu, malah di beberapa cerita rakyat, orang yang banyak uangnya tidak jarang dijadikan tokoh antagonis dengan dibumbuhi sifat-sifat semacam sombong, tamak,  durhaka,  atau apalah. Nah, tapi budaya di negara-negara kapitalis liberalis beda, orang paling keren menurut budaya di negara-negara itu adalah orang-orang yang punya paling banyak kapital.

Oke mungkin sedikit rancu dan debatable pemaparan saya di atas, sederhananya seperti ini mungkin; image tertinggi dari seseorang itu dilihat dari kapital yang dia miliki (di negara-negara liberalis kapitalis) , dan kepedulian yang dia miliki (di negara ini).

Tapi itu setahu saya, dan kenyataannya sekarang nggak gitu-gitu amat. Nah pergeseran persepsi ini sebenarnya sangat berbahaya. Khususnya buat adek saya. Jujur, saya khawatir. Orang-orang yang memilih untuk menjalani profesi-profesi yang mengutamakan kepedulian seperti guru, dokter, pegawai negeri, dll. yang seharusnya tetap profesional walaupun gaji mereka kecil mulai berontak karena pergeseran budaya dalam melihat orang paling keren tadi membuat orang-orang jadi materialistis. No money no serve. Padahal aspek utama dalam tugas-tugas profesi-profesi jasa di atas itu adalah kepedulian dan ketulusan dalam mendidik, melayani, mengobati, dll. Jujur, saya sangat sangat khawatir. Kalau semua guru, dokter, pegawai negeri, jadi materialistis. Udah banyak kan kasus siswa yang kurang perhatian sama gurunya, dikit-dikit dihukum, anjrit, udah nggak bisa ndidik, ngehukumnya nggak mendidik, malah merusak. Karena yang dipikirin ya cuma duit.

Saya cukup sering mendengar cerita dari mama saya waktu di telfon atau ketika liburan di rumah kalau guru-guru TK adek saya dulu cuma kelihatan perhatian pas ada mama saya. Pas udah nggak ada, mama coba amati dari jauh, adek saya mau jatoh mau apa lah juga nggak diurusin, dibiarin aja, malah ada anak yang nangis juga dibiarin aja. Kan bahaya ya. Bisa-bisa juga lebih parahnya lagi, ada orang sekarat dateng ke rumah sakit minta diobatin nggak boleh masuk gara-gara nggak punya uang.

Mendingan sekalian gitu loh maksud saya kalo mau materialis ya materialis sekalian dari mulai sistem-sistem dasarnya, struktur masyarakatnya, pola pikir, dan profesionalitasnya yang paling penting. Sampai ada tragedi kayak sexual harassment di JIS, bikini party after UN, atau apa lah, udah parah banget kan ya? Dan semua orang masih aja tetep nge-blame anak-anak. Mereka itu anak-anak, jangan disalahin tapi dibenerin, disayang, dididik. Selain khawatir saya sebenernya juga sebel banget sama orang-orang tua yang sebenarnya harus bertanggungjawab, tapi malah jadi pengecut dan cuma bisa nyalahin anak-anak, entah itu gurunya, kepala sekolahnya, semuanya lah. Misalnya juga ada anak yang hamil diluar nikah, pasti anaknya yang disalahin kan? Mereka itu udah tertekan, tambah ditekan lagi, padahal kan yang salah ya bukan sepenuhnya mereka juga, bisa jadi karena orang tua yang salah ngedidiknya, yang nggak update sama perkembangan anaknya, yang nggak perhatian.  

Apakah semua anak harus bayar sama orang tua (guru, ayah, ibu, polisi, dll. juga) yang sibuk sama hal-hal material, buat dapet pendidikan, perhatian, dan kasih sayang mereka?

...

Kenapa sih bisa kayak gitu sebenernya? Kalo saya asal jawab ya sebenernya nggak semua orang di negara kita itu PD (percaya diri) sama budayanya sendiri. Contoh soal, mau nggak lo makan di hotel pas konferensi sama orang-orang negara lain, terus makannya nggak pake sendok garpu tapi cuma pake jari tangan aja? PD nggak?

Kita selalu bilang kalo kita suka telat, emang orang Italy nggak suka telat kayak kita?  

...

Saya tahu saya mungkin salah, emang nggak semua hal yang saya percaya benar waktu SMP masih saya percaya benar sekarang. Maksudnya, saya tahu kalo saya juga bisa salah, tapi jujur, saya khawatir. Nggak papa lah kita jadi bangsa yang nggak kaya raya kayak Amerika, jadi bangsa yang bisa rule and conquer the world, asal kita bisa jadi bangsa yang terdidik. Saya bilang kayak gitu bukan berarti saya nggak ngerti ekonomi. Saya mahasiswa jurusan finance. 
Read More

Monday, 18 May 2015

Kalo Aku Nikah sama Kamu

Aku tidak punya tujuan apa-apa
Sebenarnya aku mulai ragu, pada artikulasi hubungan antara laki-laki dan perempuan yang banyak dijelaskan para seniman dan orang tua
Bukan berarti aku nggak cinta kamu
Aku hanya berfikir, kalau cinta bukan satu-satunya kode yang ada

"Banyak orang rela mengorbankan nyawanya untuk orang-orang yang mereka cintai, apakah kamu tidak percaya bahwa cinta itu ada dan punya tujuan?"

"Apakah kamu yakin jika mereka melakukan itu untuk orang-orang yang mereka cintai? Aku hanya merasa mereka melakukan itu untuk diri mereka sendiri. Mana yang akan kamu pilih, mati atau hidup dalam kematian karena orang yang memberi kita kasih sayang dan yang menjadi media penyaluran kasih sayang kita telah tiada?"

"Maksud kamu?"

"Aku hanya berfikir bahwa setiap manusia seperti itu, melakukan segalanya untuk dirinya sendiri. Membantu orang lain karena dia tahu suatu saat dia akan butuh bantuan, mendengarkan curhatan orang lain karena dia tahu suatu saat dia akan butuh telinga untuk mendengarkan curhatannya"

"Apakah karena itu?"

"Tidak, aku tidak bisa membayangkan jika suatu saat ada yang berubah dan aku tidak bisa memberikan hal-hal yang biasa kuberikan untuk kamu, lalu kamu dihadapkan pada dua pilihan; pergi atau bertahan denganku dalam sakit. Begitu pun sebaliknya. Kupikir aku tidak akan bisa kalau aku harus menghadapinya denganmu"

Aku mungkin salah, dan aku mungkin berubah, tapi itu masih mungkin.




Read More

Wednesday, 6 May 2015

The Great Debater Quote Scene

"Who is the judge?"
The judge is God
"Why is he God?"
Because he decide who win or loses not my opponent
"Who is your opponent?"
He doesn't exist
"Why does he not exist?"
Because he is only a merely descenting voice to the truth I speak  
Read More

Monday, 27 April 2015

Sebuah Generasi yang Sedikit Terbebas

Generasi saya merupakan generasi yang sedikit terbebas dari doktrin-doktrin kolonial. Doktrin-doktrin yang membuat pola pikir kita tidak berkembang dan cenderung terkungkung pada keterbelakangan yang kompleks. Atas dasar itu, saya cukup optimis dengan masa depan Indonesia.

Keadaan tersebut dapat terjadi karena beberapa usaha yang tidak mudah dan tidak dilakukan oleh hanya satu pihak. Salah satu usaha yang paling terlihat adalah usaha para generasi orang tua sekarang. Orang-orang yang tidak terlibat dalam pembentukan orde baru, namun menjadi saksi lahirnya reformasi. Mereka melakukan banyak usaha untuk menginspirasi, melakukan perbaikan pendidikan dan pembangunan, dan memberikan kepercayaan kepada generasi di bawahnya. Saya yakin itu tidak mudah bagi mereka yang sudah didoktrin secara komprehensif untuk keluar dan mengajukan gagasan dan aksi pembaharuan. Tentu tidak 90% dari generasi orang tua yang melakukan itu, tapi ada yang melakukan itu saja sudah sangat berarti. Orang-orang seperti MH Ainun Najib, Ridwan Kamil, Agustinus Tedja Karuna Bawana, dan yang lain lainnya, mereka orang-orang yang sangat penting dan berarti bagi orang-orang di generasi saya.
Selain itu ada juga usaha para inventor seperti Bill Gates, dan yang lain lainnya, yang membuat monopoli pengetahuan menjadi masa lalu. Atau usaha-usaha lainnya.

Keadaan seperti itu dapat melahirkan sebuah sistim politik baru. Bukan lagi uang yang menjadi aktor utama. Jadi saya bisa optimis juga. Tiba-tiba males nglanjutin ya. Udah sampai di sini aja dulu ya.


Read More

Friday, 24 April 2015

Sangat Lucu. Betapa Saya Merasa Sangat Bodoh.

Horace Walpole pernah bilang bahwa dunia ini adalah sebuah lelucon bagi mereka yang berfikir, dan sebuah tragedi bagi mereka yang merasakan. Tapi ada satu pertanyaan yang saya ajukan, sebenarnya dunia sendiri itu apa? 

Seorang gadis duduk di sebuah bangku putih di sudut taman kecil yang sepi, memandang beberapa kuntum teratai yang mengambang dengan anggun. Kuntum yang entah esok atau nanti akan gugur dan hilang. Seakan waktu menyimpan sebuah rahasia yang sangat sulit untuk ditembus. 

Keberadaanku, tubuhku, biosfer, atau andromeda, apakah sungguh sebuah fakta? 

Pertanyaan-pertanyaan itu membuatku merasa lucu. Aku melihat di sekeliling, seperti kecenderungan kebanyakan manusia, dan menyadari betapa orang-orang begitu serius memikirkan hidup mereka. Ada orang yang berusaha belajar begitu keras hingga tak sempat makan dan istirahat karena ingin kebahagiaan dan lain lainnya. Ada juga orang yang santai tidak berusaha belajar keras hingga pada akhirnya terjun kedalam kesulitan yang berat, dan mengambilnya dengan serius hingga merasa sangat depresi atau putus asa. Namun mereka memiliki kesamaan. Mereka, orang-orang itu begitu serius untuk berjalan dalam tatanan rutinitas sosial yang diciptakan oleh pendahulu mereka atau mungkin diciptakan oleh mindset psikologis. Dari situ saya seperti ingin menyimpulkan sesuatu walaupun tanpa dasar yang kuat, bahwa, banyak manusia yang tidak merdeka di dunia ini, pada saat ini. 

Apa sebenarnya dunia? Sesuatu yang di dalamnya ada banyak manusia yang tidak merdeka. Sesuatu yang menurut Walpole sebuah lelucon jika dipikirkan dan sebuah tragedi jika dirasakan. Dan yang lain-lainnya. 

Namun pada akhirnya saya menemukan sebuah jawaban yang sangat sederhana. Berawal dari sebuah ajaran yang bilang kalau jika kamu suka atau sayang sama orang, jangan sayang-sayang banget, menyayangilah secara normal dan jangan sedih-sedih banget kalo nanti ditinggalin. Seakan saya menemukan sebuah guideline yang mungkin sangat komprehensif mengenai apa itu dunia dan bagaimana kita menjalani hidup di dunia. Ya, semua itu sepertinya ada dalam sebuah kitab yang jarang sekali saya sentuh dan pelajari. 

Sangat lucu. Betapa saya merasa sangat bodoh. 
Read More

Monday, 20 April 2015

Jujur Saja Ku Tak Mampu

Jujur saja ku tak mampu
Hilangkan wajahmu di hatiku
Meski malam mengganggu, hilangkan senyummu dimataku

Ada sebuah cerita indah tentang waktu dalam setiap dongeng yang dikisahkan para penyair yang dikenalkan oleh ibu kepadaku. Namun, kehadiranmu memperkenalkanku pada sebuah cerita yang lain.

...

"Ada sesuatu yang ingin kuceritakan kepadamu"
"Ada yang ingin kuceritakan juga"

Setiap waktu yang berlalu, melahirkan sebuah peristiwa yang akan direkam dalam memori. Rekaman yang setelahnya dapat diputar ulang dengan mudahnya.

"Anjingku, dia udah bisa jalan lagi"
"Ha? Sejak kapan?"
"Aku juga kaget, mama memberitahuku kemarin. O ya, apa yang ingin kamu ceritakan?"
"Aku pengen cerita masalah cewek, boleh?"

Seseorang bilang ada saat dimana perasaan mungkin tidak sebaiknya diungkapkan. Dan aku menyetujuinya, untuk waktu yang tak lama.

Meski ku bukan yang pertama di hatimu tapi, cintaku terbaik untukmu
Meski ku bukan bintang di langit tapi cintaku yang terbaik

...

Ada cukup banyak cerita indah tentang waktu, namun cerita kali ini terasa berbeda. Aku tak ingin mendengar tentang kelanjutan kisahnya. Aku hanya ingin mengakhirinya, tanpa sebuah akhiran. Walaupun aku sadar, itu tidak mungkin, dan..

Jujur saja ku tak mampu
Tuk pergi menjauh, darimu
Meski hatiku ragu
Kau tak disampingku setiap waktu
Kusadari, aku cinta padamu



flash fiction
song: Cinta Terbaik by Cassandra
nggak sengaja dengerin lagu ini, jadi pengen bikin cerita hehe... ini fiksi lo ya.. 
Read More

Monday, 13 April 2015

Having a Career with Unilever, a Message from the VP of HR

Well, I wrote this in a very hurry situation. Very bad writing report, but I hope it will still be usefull for the reader. Thank you.


Unilever Indonesia is a company established since 1933, or 82 years ago. This company since the first establishment until today still consistent move in the consumer goods industry. But, they continuously extend the product line and today they have seven product sector such as ice cream, fabric conditioner, household care, skin care, baby personal care, soy sauce, and fruit juice. Under the vision to earn love and respect of Indonesian by touching the life of every Indonesian every day, Unilever has come this far.

I have the opportunity to hear some messages from the vice president of human resource of this company. She is Mrs Enny Sampurno. Mrs Enny has been working in this company for 24 years and except human resource, she had experienced in some position such as finance, logistic, and supply chain.

She told us about the secret behind optimum performance of human.

First is the balance of S pillars. There are three aspect of Q that we should balance. They are EQ, IQ, and SQ. IQ to determine the capability, EQ to determine the will. and SQ to determine the purpose.

Second is to build the technical expertise. We should get our hand dirty and improve technical skill.

Third, we should build the good interpersonal relationship such as; we should be able to deliver through people, be able to delegate and engage. and also have a good conflict handling intention which consider and concern with the interest of others.

She said that she learn most a lot from her difficult losses. So she suggests us to not give up, and keep asking why until we find the core of the cause. That kind of learning in loss situation also make her think that we should get out from the comfort zone because it make us not learn anything which will lead to the arrogance and destruction at the end. But in spite of that, she believes also that career should be planned and manage.

Fourth we should consider with energy management; time allocation, energy we spend for family, work, social, we should be able to manage it well.

Fifth she told us to be an open minded people. We should keep learning or otherwise this world will leave us behind. Everything change, quickly. People nowadays should always adapt and learn with that change.

Sixth she suggests us to take care of ourselves by keep sharpening our saw and self-care activity. Have enough time to do something we like that makes us happy and grateful,

After that, we had a question and answer session. There were some good and nice question, but I think the question I like the most is about Mrs. Enny adaptation process after in finance and go to customer service. She made mistakes and get a lot of pressure from the boss especially. But she didn't give up. She didn't feel shame to learn from her subordinate, asking them even very simple matter which she didn't understand about. And then, she established a small win, communicate it to the boss and achieve it. Her subordinate then think that their boss is capable and things started to get better.  





Read More

Dunia Belum Berakhir Kok

Iya, dunia masih akan berjalan kok kalau kamu rehat sejenak
Iya bener, masih bakalan tetep ada oksigen, air, kalau kamu diem aja dulu bentar
Serius, kehilangan beberapa dolar bukan sesuatu yang serius banget kok
Emang seberapa bernilai nya sih hal-hal materil?
Toh mereka juga bisa ilang, bisa dicari lagi, bisa didapetin lagi.
Tapi kalo kamu yang ilang? Aku harus nyari lagi dimana?
Kalo kesempatanku buat bisa terus bareng sama kamu yang ilang? Aku harus beli waktu dimana?

Iya kan? 

 
Read More

Tuesday, 24 March 2015

My Only One

Gadis itu berdiri di sebuah sudut, memandang kejauhan dari dinding kaca yang basah oleh percik percik hujan. Matanya tajam, sembab, dan tegas. Dilingkarkannya kedua tangan di perut yang sepertinya masih baru terisi beberapa potong roti dan green tea late sejak pagi hingga senja mulai bersiap-siap untuk hadir. Tubuhnya bersandar pada sebuah dinding yang kesepian.

we had a fight last night
and i caught him mad
makes me feel so sad
and i'm so ashamed

Lima belas menit lagi batas waktu terakhir untuk check-in. Dalam hatinya berkata,
"Masihkah ia akan menjemputku seperti dahulu?"
"Masihkah ia akan berkata, sayang maafin aku. aku cinta kamu?"

he's my only one
i'll give him all my love
even though my mom says no
i just go on and on

Ada sesuatu yang bergetar di dalam sakunya. Ada sebuah nama terpampang di layar handphonenya, My only one.
"Kamu lagi dimana?"
"Aku butuh waktu mas, maaf"
"Aku jemput kamu sekarang ya, kamu dimana?"

everyday and every night i just wanna hold him tight and make sure that everything stays right
and everyday and every night to dream of him is my delight and know that he'll stay with me all the way.

"Tapi sekarang keadaannya udah beda mas, maaf. Aku butuh waktu sebentar aja, please dear"
"Aku cuma pengen kamu tahu, semuanya buat aku masih sama kayak dulu. Aku masih sayang sama kamu kayak dulu. Kita bisa mulai lagi semuanya dari awal. I love you dear"

Percakapan itu berakhir bersama hujan. Gadis itu berjalan keluar, memanggil taksi menyebutkan sebuah tempat.
 

Flashfiction
song- Mocca, My Only One
Read More

Monday, 23 March 2015

Ethics and Proffesional Code of Conduct

Selayaknya di setiap bidang yang ada, industri finansial pun memiliki sebuah standar etika dan profesionalitas. Dalam setiap waktu yang berlalu, ada cukup banyak dinamika persoalan yang dihadapi oleh para pelaku di industri keuangan, sehingga membuat batas antara mana yang etis dan mana yang tidak etis menjadi lebih kompleks. Namun, walaupun hal tersebut membuat sulitnya diterapkan sebuah standar yang eksak, bukan berarti sebuah standar eksak mengenai etika dan profesionalisme tidak diperlukan dan tidak mungkin diciptakan. Namun, standar tersebut dikembangkan secara berkala sesuai dengan berkembangnya situasi dan kondisi pada industri ini.
Sebagai seseorang yang bekerja di industri finansial, memahami standar etika dan kode profesionalitas ini sangat penting, karena itu merupakan dasar dari setiap tindakan dan perilaku para profesional, dan juga untuk menghindari terjadinya sebuah masalah etika yang akan memperburuk integritas dari industri keuangan dan si profesional tersebut juga. Atau untuk menyelesaikan masalah-masalah terkait dengan etika dan profesionalitas yang mungkin menimpa profesional tersebut. Jadi ini penting banget untuk dipahami sebelum seseorang menjadi profesional di industri keuangan.

Nah, pada standar yang ada dan berlaku pada saat ini, apa sih sebenarnya yang dituntut pada seorang yang bersertifikasi profesional di bidang ini? berikut penjelasannya:

1. Seorang profesional harus mampu menempatkan integritas dari profesinya dan kepentingan klien di atas kepentingan pribadi atau kelompoknya. Jadi jika ada sebuah persoalan atau dilema yang dialami oleh seorang profesional, mereka harus berfikir bahwa yang menjadi prioritas keberpihakan pertama mereka ialah integritas dari profesinya, integritas dari industri finansial itu sendiri, dan kepentingan kliennya. 

2. Berperilaku dengan integritas, kompetensi, dan respek. Jadi dalam setiap kali menjalankan perannya sebagai seorang profesional, integritas harus selalu dijunjung tinggi. Dan harus kompeten di area yang sedang digarap. Selain itu, menghormati seluruh stakeholder juga merupakan kode profesional yang harus selalu ditaati.

3. Selalu menjaga dan mengembangkan kompetensinya, karena dinamika yang terjadi di industri ini bisa dibilang cukup banyak, sehingga menuntut setiap profesional untuk selalu belajar, belajar, dan belajar sehingga kompetensi nya berkembang dan dapat menjawab apa yang sebenarnya terjadi di pasar.

Selanjutnya, apa saja sih sebenernya area yang dicakup dalam standar etika dan profesionalitas di industri keuangan internasional ini?

1. Profesionalitas dan integritas dari pasar modal
2. Kewajiban kepada para klien dan atasan
3. Analisa investasi dan rekomendasi
4. Konflik kepentingan dan tanggung jawab seorang profesional  

Udah sekian dulu ya, materi selanjutnya mengenai etika ini akan dilanjutkan di postingan berikutnya.. Salam.
Read More

Friday, 20 March 2015

Tentang Waktu dan Keberadaanku

Kumenunggu waktu yang tak kunjung beranjak dari rindu ini. Ada rasa nyaman dan beberapa sendok benci ketika aku mengingatmu. Untuk beberapa saat, ada yang berubah dari rona wajah yang cerah.

I'll be the rising moon after the setting sun
Just to let you know you'll always have someone
I'll be the clearest day when the rain is done
So you'll always know


Dan gerimis datang padaku bersama rindumu. Aku, masih di sini.

Flashfiction, 
Song: That's How Strong My Love Is - Alicia Keys
Read More

Thursday, 5 March 2015

Saya paham kenapa banyak orang apatis di negeri ini

Tapi bukan berarti saya mau sok tahu.
Sebabnya adalah di edukasi. Ada dua tempat; kelas dan rumah. Saya akan ulas satu-satu.

Kelas

Hampir semua pendidik, dari SD sampai Universitas bahkan, merasa dirinya yang paling benar. Dirinya adalah satu-satunya kebenaran yang ada. Dan pendapat Siswa yang berbeda dianggap salah. Padahal siapa yang tahu benar dan salah sebenarnya?? Akibatnya, Siswa akan selalu menebak dan mempercayai apa yang pendidik katakan karena mereka butuh nilai. Ya, semua pihak selalu menuntut nilai atau hasil akhir di negeri ini. Tidak peduli bagaimana prosesnya, yang penting lulus UN. Saya tidak habis pikir. Cacad. Padahal mana yang lebih penting dalam proses belajar? Hasil akhir atau proses?? Selain itu, Siswa juga akan sempit perspektifnya tentang memandang kebenaran. Lebih daripada itu, cara berfikir juga akan sempit.

Rumah

Saya bukannya menyalahkan orang tua. Saya paham semua orang tua ingin yang terbaik untuk anaknya, tapi tanpa mereka sadari terkadang caranya salah. Maksud saya adalah, begini: orang tua bertanggung jawab untuk mendidik anak, mengarahkan supaya anak tersebut jadi manusia yang baik dan bermanfaat, tapi sebenarnya orang tua juga memiliki harapan terhadap anaknya, nah dari sinilah mulainya. Harapan itu asalnya dari mana? Kebanyakan ya dari ego. Tapi itu bukan masalah, yang akan menjadi masalah adalah ketika orang tua tidak kenal dengan anaknya tapi mendidik dengan cara mendikte, harus seperti ini, tidak boleh seperti itu. Anak tidak dibiarkan untuk mengungkapkan perasaannya, pendapatnya. Pada akhirnya, anak tersebut menjadi orang yang tidak kenal dengan dirinya sendiri bahkan hingga dewasa mungkin. Tanya kenapa? Ya karena dia tidak pernah belajar untuk bertanya pada dirinya sendiri apa sebenarnya pendapat dia mengenai suatu hal. Akibatnya, mereka cenderung jadi orang yang follow the flow, kayak ikan mati.

Sebagai penutup saya ingin katakan satu hal saja: di Indonesia, jika anda jadi orang yang berbeda dengan orang-orang kebanyakan, bukan berarti anda buruk atau aneh. Teruskan saja kerja keras anda mengusahakan sesuatu yang anda yakini terbaik, dan kelak dunia akan mengerti, kalaupun dunia tidak mengerti, masih ada Tuhan yang mungkin bisa mengerti. Anda bisa melakukan itu jika dan hanya jika anda kenal dengan diri anda sendiri, gimana orang bisa ngaku kenal Tuhan, kenal orang-orang lain kalo sama dirinya sendiri aja nggak bisa kenal.
Read More

Wednesday, 4 March 2015

Dulu Perang Dingin, Sekarang Temen Deket, Maunya Apa si?

Haha lucu ya judulnya.. yaa gitu lah emang.
Lo pada pernah belajar sejarah kan? Dan kalo lo belajar sejarah sesuai dengan kurikulum KTSP dan lo sekolah sampe SMA atau sederajat, lo pasti tau kalo dulu tu ada dua kekuatan di bumi ini yang dominan. Yup bener banget, Amerika Serikat sama Uni Soviet atau komunis sosialis dan liberalis kapitalis. Dulu itu mereka musuhan banget kan sampek ada kejadian yang disebut di buku sejarah lo sebagai perang dingin.  Iya, perang dingin, perang tapi diem-dieman nggak pake senjata api, meriam, nuklir. Pokoknya mereka pengen ideologinya itu dianut sama sebanyak mungkin orang di bumi ini. Nah namanya perang pasti ada yang kalah ada yang menang dong? Iya lah, perang dingin juga gitu.

Siapa yang menang? tunggu dulu bro, sabar. Sebenarnya ini bukan cuma sekadar siapa yang menang atau siapa yang kalah. Namun, esensi sebenarnya dari perang dingin itu ialah, manusia itu mau jadi kayak gimana sih di bumi ini. atau bumi ini mau digimanain. Nah, jadi ceritanya mereka berdua itu beda pendapat banget mengenai hal itu. Namanya juga manusia kan ya, sama kayak lo, misal nih lo punya pendapat terhadap sebuah keputusan dan lo yakin pendapat lo itu bener, tapi terus ada orang lain yang punya pendapat beda dan si doi juga yakin banget kalo pendapatnya itu bener, akhirnya gmn? Kayak gitu kurang lebih kalo gue gambarin kejadiannya.

Nah si komunis ini pengen (kurang-kurangnya lah) manusia itu hidup sama rata, nggak ada yang terlalu di atas (kaum elit) nggak ada juga yang kelaperan ga bisa makan. Negara yang atur semuanya dan kepentingan semua diutamakan untuk negara. Komunis ini pengen alam dan manusia bisa jalan bareng, hidup stabil semuanya dengan negara sebagai stabilisatornya. Tapi, si kapitalis nggak setuju, dia yakin kalau (kurang-kurangnya lah) manusia itu harus hidup lebih baik, lebih enak, lebih mudah, lebih sejahtera, dengan memaksimalkan semua potensi yang ada di bumi ini. Semua manusia bebas menguasai sesuatu asalkan mereka punya kekuatan. Kepentingan utama bukan untuk negara, melainkan untuk setiap manusia dari manusia itu sendiri. Akhirnya mereka berdua perang dingin guna menyebarkan keyakinan (konsep/ideologi) mereka itu ke sebanyak-banyaknya manusia yang ada di bumi.

...

Nah udah ya sampe situ, terus sekarang coba deh lo lihat sekeliling lo, lo pikir-pikir lagi kehidupan lo sekarang kayak gimana..

Yup, thats right, kapitalis liberalis lah yang menang.
Masih inget nggak dulu waktu China habis konflik gitu dan perekonomian mereka cukup terpuruk (versi GDP)? Setelah itu China ganti pemimpin dan perekonomian mereka tumbuh luar biasa. Tau nggak kenapa bisa kayak gitu? Nggak tau? Ya udah hehe..

Oke sorry-sorry. Jadi setelah ganti pemimpin itu, si pemimpin China yang baru itu mengubah kebijakan perekonomiannya. Bodo amat mau dibilang nggak komunis nggak sosialis, dia yakin China bisa tumbuh jadi negara yang kuat dengan caranya. Nah, apa itu? China itu negara dengan potensi pasar yang sangat-sangat menggiurkan, jadi dia bikin kebijakan buat membolehkan investasi asing untuk masuk ke china. Iya dong, siapa yang nggak tergiur buat investasi di China yang potensi pasarnya kayak gitu. Akhirnya pembangunan pun dipercepat dan wow, anda juga tahu kan jika dicermati di pertumbuhan perekonomian dunia, China itu luar biasa, bahkan sekarang udah beberapa langkah di belakang Amerika Serikat yang pada periode ketika China masih terpuruk dulu perekonomiannya sudah tumbuh terus.

Nah kembali ke perang dingin atau perang ideologi tadi. Berarti China itu nggak lagi full komunis dong? iya lah dia make konsep perekonomiannya kapitalis, siapa aja yang punya kapital (uang khususnya) bisa invest di China dan konsumsi di negaranya juga dirangsang supaya tumbuh kuat. Itulah mengapa tadi gue bilang supaya lo perhatiin sekeliling lo, berapa aja barang dari China yang lo pake?

Nah sekarang antara China dan Amerika, mereka berdua bisa dibilang jadi dua kekuatan utama atau tonggak perekonomian di bumi ini. Ketika Amerika kesusahan dan hampir jatoh, China secara status yang bakalan bantu buat ngangkat, soalnya kalo dia nggak bisa bantu, dia bakalan lebih jatoh juga. Tau kenapa? Karena ya mereka udah deket banget, biasa tuker-tukeran barang, kayak gitulah. Ibaratnya lo sama pacar lo nih, udah tuker-tukeran hati gitu, terus pacar lo sakit, pasti lo juga ngerasa lebih sakit kan? atau amit-amit pacar lo sampe meninggal, lo yang ditinggalin juga bakalan sakit kan? Haha ngaco.

Siap siap dah, jadi gitu kurang-kurangya ending dari sejarah yang sering lo sebut perang dingin itu. Sekarang banyak orang bilang kapitalis itu bejat, cacad, sistem yang nggak islamis, sekarang lo punya gagasan sistem baru nggak yang lebih baik? Faktanya bro, di bumi ini semua negara (kalo gak salah sih) menganut sistem kapitalisme, bahkan kekuatan besar saingannya (komunis sosialis) aja udah menyerah kalah gitu loh dengan apa yang China tunjukkan. Dan mereka jadi temen deket sekarang. Wut, maunya apa sih sebenernya?

Jadi apa maksudnya gue nulis ini? Gini bro, kalo lo udah pada sadar bahwa sistem di bumi ini sekarang kayak gitu, intinya cuma satu, kapital. Lo bisa berbuat banyak hal di bumi ini kalo lo punya banyak kapital, dan lo cuman bakalan nggak berdaya kalo lo nggak punya kapital yang besar. Jadi buat bikin negara kita maju, kita perlu menyerap sebanyak mungkin kapital yang ada di bumi ini buat masuk. Ngerasain kan sekarang neraca perdagangan kita defisit, rupiah melemah banget, semuanya jadi mahal? hidup jadi lebih susah (dikit), kalo ke luar negeri rasanya mahal banget (nggak semua negara juga si). Udah gitu aja ya kurang-kurangnya dari gue.. Salam mahasiswa!!         
Read More

Wednesday, 18 February 2015

Yang Membuat Kita Merdeka

Yang membuat kita merdeka bukan Soekarno
Yang membuat kita merdeka bukan sekolah
Yang membuat kita merdeka bukan hukum dan HAM
Yang membuat kita merdeka, tidak lain dan tidak bukan adalah apa yang kita baca, kita renungkan, dan kita fikirkan.


Read More

Sebuah Pelajaran Berharga Mengenai Teamwork dari Game DoTA 2

Saya bermain game ini sejak masih SMP dulu, waktu kelas 8 kalo nggak salah. Sebenarnya di antara teman-teman gamers di sekolah saya (temen-temen sekelas khususnya haha) saya terbilang cukup ketinggalan dalam memainkan game ini. Karena pada awalnya saya tidak tertarik sama sekali dengan game semacam DoTA yang waktu itu masih merupakan sebuah map di game Warcraft III. Saya pikir apanya yang menarik dari game yang nggak bisa naik level, selesai game main lagi, map nya sama, karakter (hero) nya sama, pasti ngebosenin. Tapi di suatu siang temen-temen cowok sekelas saya punya rencana buat menginvasi sebuah game corner di deket sekolah buat main DoTA bareng. Tepat ketika bel pulang berbunyi, kita segera berlari ke parkiran ngambil sepeda dan dengan kecepatan penuh, cao ke game corner tadi. Well, pada waktu itu masih jarang banget ada tempat ngegame kayak gitu, jadi pasti rame banget, harus cepet-cepet biar dapet PC yang jumlahnya limited. Nah, karena perbincangan dan rencana main bareng DoTA itu kedengeran seru, akhirnya saya ikutan. Dan, itulah pertama kali saya ketemu sama DoTA. Dan kebetulan mode gamenya adalah SD atau single draft. Saya nge-pick Alchemist, hero tipe strength yang empuk banget waktu itu. Game pertama, saya langsung main sama orang, dan mereka semuanya dewa. Termasuk temen-temen saya yang udah sering latihan bareng di kelas sebelumnya.

Setelah itu saya mulai bisa mainin gamenya, tapi nggak sering-sering main juga sih, soalnya lumayan ada hal lain yang saya lebih tertarik daripada game ini, apalagi waktu SMA. Sampai akhirnya valve melalui steam meluncurkan DoTA 2. Saya, nggak sering-sering main juga sih tapi masih bisa dibilang pemain aktif lah. Di DoTA 2 inilah saya mendapatkan sebuah pelajarn berharga mengenai teamwork. Soalnya saya juga lagi kuliah di jurusan manajemen dan beberapa kali baca majalah bisnis yang ada di library gitu, khususnya Harvard Business Review, mereka sering banget bahas masalah leadership dan teamwork. Saya jadi kepikiran, dan pas main DoTA, datanglah sebuah kesimpulan. Jadi ceritanya gini:

DoTA merupakan sebuah permainan yang mempertandingkan antara dua tim. Masing-masing tim anggotanya 5 orang. Ketika dalam tim ini terjadi sebuah fenomena saling menyalahkan karena emang temen kita beneran bego, feeder, atau bacot, atau karena keadaan emang sangat sulit buat kita (musuhnya terlalu dewa gitu mungkin), hampir bisa dipastikan kita kalah. Kadang saya juga suka nggak sabaran kalo ada temen yang gitu, tapi ketika saya menyadari hal ini saya mulai mengerti bahwa menyalahkan teman setim kita hanya akan memperburuk keadaan. Mungkin anda berfikir, lah emang dia nyebelin, emang salah, ya wajar dong disalahin. Iya itu bener, tapi men, gimana kalo posisinya dia itu emang nggak tau atau belum ahli mainnya? percuma disalahin juga dia nggak akan berubah.

Saya mulai mencoba tidak menyalahkan teman-teman setim waktu bermain, karena bisa dipastikan 90% tim saya akan kalah habis itu. And you know what? Di beberapa game, ketika keadaan sangat sulit, tim saya tertekan, hampir kalah, tapi kita tidak saling menyalahkan, namun saling berkomunikasi menyusun rencana, saling menyelamatkan, tim kita 90% berhasil membalikkan keadaan.

Ada sebuah quote, "When things get hard, people used to blame others". Ya, itu benar. Ego selalu berbicara bahwa dia benar dan tidak salah sedikitpun, walaupun hati bilang dia turut bersalah atas apa yang terjadi. Namun, kebanyakan manusia cenderung memilih untuk mengatakan egonya. Dalam teamwork, keberadaan orang yang tidak bisa mengontrol egonya bisa jadi sangat riskan. Akhir-akhir ini saya mendapatkan pelajaran yang sangat berharga mengenai hal itu, bahwa ego yang tidak terkontrol, bahkan bisa menghancurkan tim beserta asset yang dimilikinya hingga sehancur-hancurnya.

Thank you DoTA       
Read More

Thursday, 29 January 2015

100 Hari Kepemimpinan Presiden Jokowi, dari Perspektif Mahasiswa Jurusan Manajemen


Walaupun Pak Jokowi tidak mencetuskan target pemerintahannya pada kurun waktu 100 hari seperti Pak SBY kemarin, namun saya rasa selama 100 hari ini cukup banyak hal menarik pada pemerintahan Presiden Jokowi untuk diulas. Dalam 100 hari kepemimpinannya, pak jokowi telah melakukan cukup banyak hal sebagai presiden Indonesia. Dan saya melihat, background beliau sebagai pengusaha cukup dominan dalam memberikan pertimbangan untuk pengambilan keputusan.

Hal itu terbukti oleh beberapa kebijakan yang beliau buat diantaranya seperti;

1. Mengikuti konferensi G20, dan mengatakan bahwa Indonesia merupakan lahan yang sangat hijau untuk investasi dari negara-negara tersebut.

Pada saat ini, Negara kita mutlak membutuhkan investasi asing dalam jumlah yang cukup banyak untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi. Kenapa perekonomian kita harus tumbuh dan pertumbuhannya harus dijaga pada angka yang tinggi 5% - 6% ke atas? Karena Negara kita sedang tumbuh, kelas menengah ke atas yang pada tahun 2013 sebesar 50 juta, naik lebih hingga menjadi lebih dari 100juta pada 2014. Oke saya kurang tahu indikator menengah keatas yang dipakai oleh yang meriset seperti apa. Tapi yang jelas memang tumbuh, buktinya? Lihat aja, daya beli masyarakat yang sangat kuat. Kita sudah cukup akrab dengan store-store Zara, SOGO, Farmers 99 ranch market, LV, H&M, dan brand-brand dengan brand equity besar lainnya. Dan meraka laku. Atau lihat aja smartphone, berapa harga smarphone yang anda pakai? Berapa uang yang anda habiskan dalam satu hari, apa aja yang anda beli? Kebutuhan pokok atau kebutuhan diluar pokok? Bagaimana itu bias terjadi? Kenapa itu terjadi? See? Tapi kalau perekonomian kita sampai di sini saja, kita akan terjebak dalam middle income trap country. Keenakan di tengah, udah ngerasa enak jadi nggak bekerja lagi, males. Akhirnya momentum naik nggak dimanfaatkan dengan baik, dan ketika momentum turun, ya turun, habis lah. Nah cara agar kita tidak terjebak di situ, ya pertumbuhan ekonomi kita harus bagus dan untuk itu butuh pembangunan di sana sini untuk menggerakkan perekonomian, nah pembangunan itu butuh uang, butuh investasi, Negara uangnya kalo dipake kesitu semua cashflownya bakalan nggak sehat, rawan krisis, jadi mutlak kita perlu uang orang lain, atau bahasa ilmiahnya Foreign Investment. Ada FDI (foreign direct investment) sama yang nggak direct.  

2. Menaikkan harga BBM

Untuk kebijakan ini, saya rasa pertimbangan pak Jokowi terlalu berat di satu perspektif sehingga mengurangi pertimbangannya dari perspektif lain yang padahal bobot perspektif-perspektif tersebut sama. Namun jelas, background pemikiran seorang pengusaha sangat berperan dalam pengambilan keputusan ini, Jokowi ingin uang Negara diputar ke sector yang dapat menghasilkan return baik tangible dan intangible yang lebih banyak disbanding ditaruh di subsidi BBM yang tidak terlalu memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi.

Perspektif yang lebih dipertimbangkan itu menurut saya adalah:

A.     Persentase penganggaran uang negara untuk subsidi.

Hampir sekitar 70% porsi subsidi untuk BBM. Subsidi tersebut kan sebenarnya dimaksudkan untuk menolong industri-industri di Indonesia agar bisa hidup dan berjalan kembali setelah krisis 1998. Nah sekarang kan sudah pulih, jadi buat apa? Kan tidak tepat sasaran lagi subsisinya. Ketika dulu zaman Pak Harto sebelum 1998, tidak ada subsidi untuk BBM, nah ini kalau mau dibahas juga panjang lagi, kenapa BBM waktu zamannya soeharto murah.

Oke tapi dibahas aja ya biar nggak kebawa mimpi. Ketika itu, kita masih punya ladang minyak yang kualitasnya bagus, sangat bagus, dan bisa dihargai dengan mahal sebenarnya. Nah yang dilakukan pak harto adalah menjual minyak yang mahal (yang belum jadi BBM) tersebut ke luar negeri dan membeli minyak yang sudah jadi BBM yang kualitasnya bisa dibilang jelek yang harganya murah dari luar negeri. Ada margin sangat besar yang bisa diambil melalui cara tersebut. Nah ketika minyak yang bagus itu habis, nggak laku lagi, dan harga minyak dunia mulai naik, ya udah selesai.

B.      Kuota BBM yang terbatas.

Saya tidak tahu, dan tidak habis pikir juga. Tapi ada yang percaya hal ini dijadikan pertimbangan. Kenapa saya tidak habis pikir? Ya itu pertimbangan yang ngawur. Sekarang BBM itu kebutuhan pokok, apakah kalau harganya dinaikkan lantas demand akan menurun?? Mungkin iya, tapi berapa banyak??

Sedangkan perspektif yang saya rasa kurang dipertimbangkan ialah:

A.      Terjadinya perang harga atau price war minyak yang walaupun hal ini cenderung memberikan dampak secara jangka pendek, apalagi ketika Arab memutuskan untuk tidak ikut-ikutan perang (harga), namun faktanya setelah itu harga minyak semakin menurun, dan ada indikasi bahwa minyak sedang mencoba menemukan harga wajarnya yang baru (yang lebih rendah dari harga yang lama)

Entah apa sebab sebenarnya saya kurang begitu memahami, karena jika kita kembalikan pada asumsi dasar ekonomi, supplay demmand, tidak terjadi perubahan yang mengejutkan. Namun jika asal jawab, saya akan bilang ISIS lah penyebabnya, haha. Ini sekali lagi asal jawab loh ya; ISIS sengaja dibentuk oleh intelligen Amerika dengan bantuan Israel dan Rusia dengan misi jangka panjang untuk pelemahan Islam, dan punya agenda salah satunya, menguasai ladang minyak di Irak.
Setelah ISIS berhasil menguasai ladang minyak Irak 2014 kemarin, mereka menjual minyak tersebut dengan harga yang sangat-sangat murah. Agenda ini sengaja direncanakan oleh CIA untuk mendukung upaya menaikkan kembali pertumbuhan ekonomi AS setelah sempat konsolidasi dari 2009-2014 karena krisis 2008. Saat ini The Fed sudah mulai menutup quantitative easing dan mencoba menarik kembali uang-uang yang berkeliaran di negara-negara emerging market.
Dengan harga minyak yang murah, maka pembangunan dapat diakselerasi. Saat yang tepat bagi US karena power ekonomi dunia satunya, China, sedang kembang kempis, karena mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi. Perlambatan atau penurunan pertumbuhan ekonomi China sendiri ditengarai terjadi karena stimulus China yang gagal dalam memacu pertumbuhan ekonomi. Inilah momen yang sangat tepat bagi Amerika untuk kembali naik tahta.

Oke sebenarnya masih lumayan banyak yang ingin saya tuliskan, tapi sampai di sini aja ya dulu. Udah bosen, pengen ngerjain yang lainnya..  
    
Read More

Monday, 26 January 2015

Blackberry, Akankah Kembali? [Part 1]

Beberapa bulan yang lalu sebuah majalah bisnis internasional memajang Blackberry dalam cover majalahnya. Kurang lebih pesannya, akankah Blackberry atau yang di Indonesia lebih akrab dikenal dengan nama BB ini benar-benar menjadi benda purbakala.

Industri teknologi sekarang menjadi sangat kompetitif, begitu juga di industri ponsel pintar. Ketika Apple dan Samsung sedang menanjak ke titik peak nya, orang-orang mulai merasa bahwa BB sudah tidak lagi memenuhi kebutuhan mereka. Setelah itu BB turun dengan sangat drastis. Antara hidup segan dan mati tak mau. Namun sebenarnya, jika kita melihat dari sudut pandang yang normal, dimana siklus alamiah berlaku, kita akan mulai menemukan titik harapan baru. Sewajarnya bisnis mengalami up and down, setelah naik dengan sangat drastis, kemungkinan turun dengan drastis pun juga besar. Kan begitu konsep alamiah mengenai siklus. Yang jadi pertanyaannya sekarang adalah, setelah down, mampukah bisnis itu kembali naik? Saya cukup terkesan dengan langkah-langkah yang ditempuh oleh manajemen BB untuk kembali naik. 

Di sini saya ingin menuliskan beberapa hal yang membuat saya terkesan dan pada akhirnya, silahkan anda simpulkan sendiri akankah BB bisa kembali berjaya.

1. Hadirnya BBM di Android, iOS, dkk.

Masih ingat ketika para netizen cukup heboh ketika tahu kalau ada BBM di store android, aplle, windows? Hampir semua orang yang sebelumnya tidak menggunakan BB merasa sangat gembira. Beberapa orang lainnya mungkin berpikiran bahwa BB sudah mau bangkrut dan nggak akan bikin hp lagi. Jika dianalisa, keputusan BB untuk mengeluarkan BBM di sistem operasi lainnya ini merupakan keputusan yang sangat tepat. Mengapa? Karena satu hal paling istimewa yang menjadi aset BB ketika mereka mulai turun adalah brand. Brand BB masih sangat kuat di benak masyarakat walaupun penjualannya menurun drastis. Orang-orang tidak benci sama BB, mereka hanya lebih merasa sedang membutuhkan yang lainnya. Dengan meluncurkan BBM di sistem operasi lain, nama BB masih tetap hidup di benak masyarakat, dan bahkan lebih luas lagi.

Hmm sampai sini dulu aja ya, ada emergency nih.. Coming soon Part 2 ok? :D

Read More

Sunday, 25 January 2015

Sejak Kita Ketemu..

sejak kita bertemu hari adalah detik dan detik adalah suara. 
Sejak saat itu dingin bermetamorfosa jadi rindu dan rindu menjadi hangat.
Bercengkrama aku dalam rinduku dan kamu dalam rindumu.
Hingga di sudut puisiku ada nadi yang kau detakkan dalam diam.
Ada kata yang kau rangkaikan dalam kenangan.
Seperti hari yang kita jalani dengan kesendirian.
Kita lelah untuk ramai. Kita lelah untuk berkata-kata lagi. Kita lelah untuk bersama lagi.
Kita akhiri detik yang tak lagi berdetak. Mencoba kehadiran waktu dan air mata yang baru. Sederhana saja, hanya untuk dua anugrah, waktu dan perasaan
Read More

Friday, 23 January 2015

Buat Anda yang Tidak Percaya sama yang Namanya Cinta

Buat anda yang tidak percaya sama yang namanya cinta, mungkin anda hanya belum menemukannya.
Anda belum ketemu sama orang yang membuat anda merasakan benci namun anda tidak pernah bisa membencinya.
Marah namun anda tidak pernah sanggup mengacuhkannya.
Putus kontak namun anda tidak pernah bisa mengatasi rindu padanya.
Berpisah jarak namun anda tetap merasa dekat dan susah sekali untuk dekat dengan orang lain yang jelas-jelas ada dihadapan anda.
Sering merasa tidak nyaman namun anda merasa lebih tidak nyaman ketika bertengkar dengannya.
Sering beradu pendapat menyalahkan satu sama lain namun anda tidak pernah bisa tidak menghawatirkannya.

Saya bertemu dengan orang yang membuat saya merasa seperti itu.

Merasa ingin jauh tapi anda tidak pernah bisa benar-benar menjauhinya.
Merasa ingin melupakan tapi anda selalu rindu padanya.
Merasa disakiti namun anda tetap tak beranjak karena anda merasa lebih sakit jika berpisah dengannya. Mencoba dekat dengan orang lain namun setelah dekat, anda jauh merasa lebih dekat dengan dia yang bahkan tidak ada di dekat anda, tidak menanyakan kabar anda, dan bahkan mungkin tidak memikirkan anda.
Jika dihitung waktu, sudah sangat lama anda menyukainya namun anda tidak pernah benar-benar merasakan lamanya waktu itu.
Anda cukup sering memarahinya, menuntut yang macam-macam darinya, namun sebenarnya anda merasa kehadirannya saja sudah sangat cukup bagi anda.

Saya bertemu dengan orang yang membuat saya merasa seperti itu.

Read More

Tuesday, 30 December 2014

Sebait Pengingat

Hal paling penting untuk kita perkuat dalam hidup selagi muda adalah; mental, keberpihakan, keberanian, dan karakter. Sederhana saja, bukan untuk sesuatu yang rumit. Hanya untuk dua hal, cinta dan kematian.

@fahmialm
Read More

Saturday, 6 December 2014

Antara kebebasan, kedisiplinan, dan tanggung jawab

Ada orang yang hidupnya begitu bebas. Melakukan hal-hal menyenangkan yang ingin ia lakukan. Orang-orang seperti ini selalu memiliki waktu untuk hal-hal yang mereka sayangi. Namun, bukan berarti hidup mereka tidak memiliki tantangan dan masalah. Justru sebaliknya. Orang yang memilih untuk menjalani hidupnya seperti ini sebenarnya menghadapkan dirinya pada sebuah risiko dan bahaya yang sangat besar. Hanya, mereka tau bagaimana mereka harus menghadapinya.

Namun ada orang yang hidupnya selalu berada dalam rutinitas. Seolah-olah mereka adalah mesin yang dijalankan dan diatur oleh sesuatu lain. Mereka tidak memiliki pilihan untuk keluar dari kehidupannya saat ini. Ketika ada kerabat yang ingin bertemu, mereka seringkali bilang tidak ada waktu. Ketika orang tua mereka sedang rindu dan ingin bertemu, mereka seringkali bilang kalau tidak bisa pulang karena masih banyak pekerjaan atau masih banyak yang harus diurus. Bahkan mungkin ketika masuk waktunya beribadah, mereka juga tidak ada waktu. Orang-orang seperti ini hampir semuanya suka mengeluh, bosan, tidak memiliki motivasi, dan tanpa mereka sadari, mereka menyakiti perasaan orang-orang yang menyayangi mereka.


Namun, apa sebenarnya yang ingin saya katakan dari ilustrasi dua orang di atas?


Masalah, kesulitan, kesibukan, atau kita sebut saja beban, datang kepada seluruh manusia di dunia ini. Namun, ada dua tipe manusia. Manusia yang selalu memilih untuk melihat beban dan manusia yang memilih untuk melihat sesuatu yang selalu ada di samping beban, yakni peluang, pengalaman, dan keindahan. Tapi sayangnya hampir semua orang memilih untuk tidak melihat mereka. Mereka terlalu fokus pada beban, seakan akan jika mereka melakukan hal yang berbeda atau tidak wajar, maka mereka akan mendapatkan banyak masalah.

Oke next!

Kita cukup sering mendengar ada yang bilang, "Mau jadi apa kamu kalau nilai nggak pernah bagus?" atau "Sekolahlah yang benar, biar masa depanmu bagus".
Hmm, emang sekolahnya sendiri udah benar?
Begitulah kadang-kadang. Orang hanya bersedia menerima dan menganggap status quo sudah benar dan itu yang harus mereka jalani.


Tapi sekarang mulai ada juga yang bilang, "Bagus di sekolah, bukan berarti anda akan bagus juga di dunia kerja" atau "Kami tidak menerima mahasiswa yang ip nya diatas 3".

Kenapa?
Ada sebuah kemampuan yang hilang dari orang-orang yang terlalu fokus pada beban, yaitu kemampuan untuk memandang peluang dan kebebasan (berimajinasi, bersosialisasi, mencoba hal-hal baru, berfikir, mencuri, dll.). Itulah mengapa kebanyakan entrepreneur adalah orang-orang yang tidak begitu benar hidupnya atau mulai membanting kemudi dari hidup benarnya. Pak Hermawan Kartajaya misalnya, beliau mengundurkan diri dari direktur Sampoerna dan mendirikan Markplus pada 1 Mei 1990.

Cukup? belum juga. Mereka yang dapat memandang peluang dan kebebasan pun tidak semuanya memilih untuk menjalani kebebasan dan mengambil peluang tersebut. Kenapa? Karena risikonya tinggi. Butuh keberanian dan mental yang memadai untuk itu. Dan memutuskan untuk menjalani hidupnya seperti apa yang mereka inginkan pun, tidak akan lama bisa begitu jika mereka tidak disiplin dan bertanggung jawab.

Then,

life is not how we make it, it's more on how we take it.

Read More

Tuesday, 2 December 2014

Reading My Poems

Saya tidak begitu membayangkan, ketika kecil, tentang hal-hal mengenai puisi.
Saya tidak begitu suka membaca puisi, ketika kecil, karena saya pikir itu alay, berlebihan, dan bukannya nge-feel malah bikin ill-feel.
Namun pernah satu kali saya terpaksa melakukannya untuk sebuah kompetisi akademis, kabar baiknya, saya hanya melakukannya ketika latihan karena ternyata di kompetisi tersebut tidak wajib untuk dilakukan dan ada pilihan bentuk seni lainnya. 
Ya, itu dulu ketika saya SD.

Ketika SMP saya tidak sengaja membaca sebuah buku kumpulan puisi di perpustakaan. Saya hanya penasaran karena bukunya terlihat aneh lalu saya baca dan ternyata itu kumpulan puisi. Dan bingo. I felt something while reading them. Sesuatu seperti, anda merasa berada di sebuah suasana yang anda ciptakan sendiri, anda nikmati dan anda akhiri sendiri. Apakah ceritanya berlanjut? apakah kemudian dari situ saya mulai menulis puisi? no! Faktanya adalah saya tidak ingat apakah saya pernah benar-benar menulis puisi ketika SMP dan tidak ada puisi SMP saya yang hidup di pikiran saya sekarang kecuali satu, sebuah puisi tentang sungai yang menjadi akar kehidupan masyarakan di sebuah tempat yang cukup jauh dari rumah saya namun masih di kota yang sama. Ketika itu saya mengendarai sepeda dan tanpa ada rencana, hanya menggerakkan pedal dan kemudi sesuka hati, sampai akhirnya tiba di tempat itu. Jika dihitung jaraknya dari rumah sekitar 21 kilometer.

Ketika SMA? Inilah waktu ketika saya mulai berani meninggalkan kelas untuk sesuatu yang memang benar-benar saya ingin untuk lakukan. Sebuah waktu transformasi yang sangat menakjubkan yang bahkan saya tidak percaya saya dapat berpikir seperti itu ketika SMA. Begitu banyak pergulatan, refleksi, dan keberanian yang terjadi. Begitu banyak puisi yang saya tulis. Namun hanya beberapa yang masih hidup di dalam kepala saya sekarang. Sisanya? sebagian besar saya tinggalkan di lembar-lembar soal ujian semester, dan sebagian lagi saya bakar ketika saya merasa, waktunya sudah habis untuk ini. Saya biarkan pikiran saya melepas mereka. Meninggalkannya sendirian dengan nasib mereka sendiri. Dan hanya membawa beberapa puisi yang saya pikir akan saya perlukan untuk menjalani kehidupan selanjutnya. 

Sudah sekitar satu tahun saya tidak menulis puisi yang hidup. Beberapa puisi yang saya tulis hanya sebuah latihan merangkai kata-kata dan nada, saya tidak merasa ada yang hidup di sana. Ya, selama satu tahun ini. Bukan karena saya tidak berfikir dan merasa semua hal berjalan dengan baik di dunia ini. Namun karena puisi-puisi SMA saya yang masih hidup, mereka seperti perlahan-lahan berubah, seperti ada editor yang secara otomatis merawat mereka, dan saya menikmatinya. And i don't think to write a poetry anymore. Mungkin sampai saat dimana saya merasa, waktunya sudah habis untuk ini. 
Read More

Monday, 10 November 2014

Antara Aku dan Kamu

Ada setitik arti yang hadir, ketika waktu datang padaku bersamamu
Ada hening yang perlahan mencair, ketika waktu datang padaku bersamamu
Dan bersamamu, kuingin mengulang seluruh waktuku
Menjalaninya dengan sederhana, apa adanya aku dan kamu

Dahulu kala manusia pernah ingin hidup di ketinggian
Karena di sana, waktu berjalan dengan lebih lambat, dan mereka dapat hidup lebih lama
Namun kenyataannya mereka salah
Hanya ada sedikit oksigen di tempat yang tinggi, membuat mereka mati lebih cepat

Dahulu kala aku pernah ingin hidup bersamamu, selamanya
Karena di sana, waktu berjalan dengan lebih indah, dan bersamamu adalah indah untuku
Namun sepertinya aku salah
Hanya ada sedikit waktu untuk kita berbicara, yang entah apakah akan membuat cinta mati dengan lebih cepat



Read More

Saturday, 1 November 2014

Tears don't fall

With blood shot eyes I watch you sleeping
The warmth I feel beside me is slowly fading


Ada gundah yang tak lagi sama. Ada rindu yang tak lagi mengharu. Ada bayangmu yang perlahan memelukku, erat dan hilang. 

Would she hear me if I called her name?
Would she hold me if she knew my shame?


Kutunggu kau di hari yang mati, di waktu yang berhenti, di detak jantung yang tertatih. 
Ada awan dan gelap. Ada nurani dan api. Setidaknya untuk sesaat. Ijinkan aku menyentuhmu. 

The moments die, I hear no screaming
The visions left inside me are slowly fading



Entah mungkin, entah tidak dan debu-debu membawaku bersatu. Dan kutahu, jawabannya adalah tidak. Pandanganku mengabur, perlahan dan semakin cepat. Namun, kumohon dengarlah kecup terakhirku, see you dear..


song: Tears don't fall, BFMV
Read More

Friday, 31 October 2014

Cinta Datang Terlambat

tak kumengerti mengapa begini, waktu dulu ku tak pernah merindu..
tapi saat semuanya berubah, kau jauh dariku, pergi tinggalkanku..

Waktu seperti begitu cepat berlari. Meninggalkan kita yang terlalu lama untuk memahami kata hati. Memang penyesalan selalu datang di kemudian hari, tanpa pernah terbayang kehadirannya waktu kamu masih di sini. 

mungkin memang ku cinta, mungkin memang ku sesali, pernah tak hiraukan rasamu, dulu..
aku hanya ingkari kata hatiku saja, tapi mengapa kini, cinta datang terlambat..

Ketika dulu aku harus memilih, antara kamu atau dia. Ah, aku hanya tak pernah berfikir bahwa kamu punya perasaan yang lebih dari sekadar teman. Andai saja waktu dapat kembali lagi. 

                    "Aku pengen ngomong sama kamu"
                    "Aku juga pengen cerita sama kamu"
                    "Ok, kamu duluan"
...

Jarum pendek di arlojiku telah bergeser beberapa mili. Dan waktu seperti berhenti setelah sekian lama tak kujumpai senyuman itu. 

mungkin memang ku cinta, mungkin memang ku sesali, pernah tak hiraukan rasamu, dulu..
aku hanya ingkari kata hatiku saja, tapi mengapa kini, cinta datang terlambat..
                      "Udah lama ya nunggunya?"
                      "Enggak kok, nggak selama kamu"
                      "Hahaha, udah yuk, keburu macet"

                      
Song: Cinta datang terlambat, Maudy Ayunda..



Read More

Thursday, 9 October 2014

It's not really anything she said, and..

It's not really anything she said, or anything she did.. it was, the feeling that came along with it..
may be she know that, when she saw me.. and may be the worst part of this was not loosing her, it's loosing me.
- i knew you were trouble


you know, everything has changed. you, i. it looks like tomorrow will never gonna be the same. before i know you, i never imagine anything beautiful come and see my days. you, i.

you know, it will never gonna be the same. the time we passed, the flowers we kissed, the feeling i missed you. i know it's a simple matter. it just about, feeling. you, i.

you know, we will not live together. you, i. yes, we can't. no, you. i don't really mean, you leave. but let see the stars tomorrow, it should be beautiful. you, i. saw them last year.

you know, i'll always put your name in my coffee cup. it was the same. but not what i feel. it was different. you, i.

yes, you, and i..







Read More

Tuesday, 30 September 2014

There's so much to say, for you..

There's so much to say, for you
Since the time we first met, many things happened
Since the time we've parted, more things happened
I'm glad to saw you last time
You looked awesome. You looked so happy.
Me too

I was wondering whether we will really be parted after that conflict
I was always hoping the time to back at a moment when you walked with wet red eyes and turned back for a second
I was always hoped I can repeat what I did at that scene
I was always hoped at that second, I can run to catch you, say sorry
And then we talked about everything, release all anger

You know that I love you because I told you, I declared my love with a word I love you
Later I realized you didn't really got that from what I've done for you
You know, I was thinking that we were very difficult to be together
I don't even have a quarter of your mate criteria
And you don't even own a half of mine

If I have the ability to drive my feeling
I will never choose to love you

Since we were parted,
I tried to put someone inside my feeling
Several times I realized my heart stopped at the middle
I remembered you
I remembered all the stupidity I've made
I remembered your laugh, your words, your smile, your anger, your ignorance

It was never easy for me
I hope we can sit and talk together
Not to talk about the past
Nor to talk about the future
I just want to enjoy the moment,
I think I will say,
You looks a little bit different this time. em, you know I have so much to say, for you


Read More

Thursday, 25 September 2014

Memahami teks atau konteks?

Aku lebih suka berteman dengan orang yang bisa salah, dari pada berteman dengan orang yang pasti benar dan selalu benar. orang semacam itu mengerikan. -@noffret ..

Saya merasa ada sebuah perubahan situasi yang sangat terasa sejak saya mulai menginjak usia remaja. Dulu, ketika kecil saya tidak pernah membayangkan informasi dapat menyebar seluas dan secepat ini. Dulu saya selalu mengalami kesulitan untuk membaca habis surat kabar yang biasa saya beli di akhir pekan. Saya dulu merasa seperti informasi baru berubah setiap minggunya. Ya, saya dulu berfikir dan mengalami hal seperti itu.

Sekarang, saya melihat dunia ini seperti seringkali diramaikan oleh amarah yang kosong. Begitu cepat informasi sampai di pikiran orang-orang, dan begitu cepat pula pikiran mereka merespon tanpa mencoba memahami terlebih dahulu. Akhir-akhir ini begitu banyak kasus yang ramai di media sosial dan kita dapat menjumpai begitu banyak opini yang marah dan kosong.

Saya coba berfikir dan mencari pemikiran-pemikiran teman-teman lain, sampai pada sebuah kesimpulan; opini yang marah dan kosong itu karena pikiran hanya digunakan untuk memahami teks, bukan konteks. Satu hal yang sebenarnya sangat disayangkan juga, banyak kalangan akademisi yang kalau dipikir-pikir mendapatkan pendidikan yang bagus juga hanya menggunakan pikirannya untuk sebatas memahami secara tekstual. haha..  
Read More

Tuesday, 10 June 2014

Thursday, 8 May 2014

Is Value Investing Become A Relic Today?

Ketika berbicara mengenai value investing, biasanya yang muncul di pikiran sebagian besar orang ialah sosok Om Warren E. Buffet, seorang bintang investasi yang menggunakan strategi value investing. Value investing sendiri, sebenarnya merupakan strategi berinvestasi yang dikemukakan oleh Benjamin Graham dan David Dodd dalam buku mereka Security Analysis yang ditulis pada 1933 dan disempurnakan lagi dan terbit edisi ke-duanya tahun 1940.

Pada kata sambutannya di edisi ke-enam buku -Security Analysis- tersebut, Om Buffet mengatakan bahwa beliau memiliki tiga buku yang paling berharga dalam hidupnya, yang salah satu ialah Security Analysis ini.

Value Investing kemudian diambil intisarinya oleh sebagian besar orang sebagai strategi membeli saham yang undervalued atau dihargai murah oleh pasar, yang mana sebenarnya nilai intrinsik saham tersebut masih sangat menjanjikan. Intinya, membeli saham di harga yang aman, kalau turun ya nggak bakalan turun banyak, tapi kemungkinan naiknya bisa banyak. Saya sendiri baru membaca Security Analysis satu kali dan saya rasa masih perlu membaca ulang setelah ujian akhir semester nanti. Walau pun fokus pembahasannya adalah value investing, Security Analysis sendiri sebenarnya cukup memaparkan mengenai investasi mulai dari hulu hingga ke hilirnya. Yang artinya apa, cukup banyak data atau informasi yang diperlukan untuk meninjau atau menentukan harga wajar suatu saham. Karena biasanya intrepretasi harga wajar itu pun berbeda dari satu analis ke analis lainnya. Maka dari itulah sepertinya, mengapa Om Buffet lebih memilih saham-saham yang sudah listing di bursa setidaknya selama sepuluh tahun, karena ada cukup data di sana.

Ada beberapa metode dalam menghitung harga saham, melalui dividen, free cash flow, dan beberapa lainnya. Namun kemudian yang menjadi pertanyaan ialah, mengapa saham tersebut undervalued? Karena tidak ada investor atau analis yang dapat melihat kebagusannya, karena kinerja atau prospeknya dirasa buruk, atau karena pasar memang sedang koreksi?  Nah dalam value investing, biasanya investor memilih emiten yang performanya tetap bagus dan meningkat, namun harganya turun. Kan aneh kan ya sebenarnya? Orang kinerjanya nggak turun kok harganya turun, tapi ya begitulah, sepertinya memang banyak orang aneh di Wall Street.

Value investing sendiri sepertinya tidak begitu banyak diminati di Indonesia, yap, kebanyakan investor Indonesia adalah trader, karena menggunakan strategi trading, dirasa lebih rendah risiko dan keuntungannya bisa lebih besar. Dan sepertinya tidak terlalu harus berpusing-pusing ria seperti Om Buffet yang harus bergelut dengan laporan keuangan, company plan, dan model-model perhitungan, para trader hanya cukup menguasai analisa teknikal dan beberapa dasar analisa fundamental.

Karena selain risiko value investing cukup tinggi jika kita salah perhitungan, misal nih, kita beli Astra Internasional tahun 1998 dulu, yang harganya gocap (biar enak nyebutnya aja), dan kita belum tahu apakah kelak perusahaan ini bisa survive atau tidak, kan cukup riskan. Bandingkan dengan kita beli sahamnya Astra tahun 2014 ini yang mana harganya sudah lumayan dan perusahaannya juga sudah konstan memperoleh profit, risikonya kan lebih rendah. Well, sebenernya orang-orang berpendapat value investing ini justru sangat rendah risikonya karena membeli saham di bawah harga wajarnya. Tapi, alasan terjadinya harga tersebutlah yang menurut saya menjadi risikonya. Siapa coba yang tahu kalau ASII bisa survive dulu?? Tapi sekarang kalau ditanya, siapa yang bisa bilang ASII akan masih berkembang dalam 10 tahun ini?? Banyak yang bisa jawab dan ngasih justifikasi kan??

Maka dari itulah value investing menuntut analisa yang komprehensif, kayaknya juga melibatkan intuisi ya kalo nggak salah biasanya, tanya deh Pak Teguh Hidayat atau Opa LKH.

Nah, jika ceritanya seperti itu, berarti kan lebih baik kalau kita membeli saham yang sudah break out - menembus titik resistennya, atau titik jenuh jualnya-, untung 3% - 7%, atau ketika indikator teknikal udah mulai ngasih warning kita lepas sahamnya, terus nyari lagi yang break out, begitu seterusnya. Jadi ya buat apa capek-capek belajar value investing kan gitu?

Satu kalimat yang ingin saya ucapkan sekarang adalah, semua hal itu diawali dengan niat. Dan dalam berinvestasi, setiap orang tidak selalu memiliki tujuan yang sama. Dan satu hal yang membuat orang sukses adalah karena ia memiliki visi. Om Buffet jelas punya visi yang matang dan mantap ketika membeli Berkshir Hathaway dulu. Dan kenapa kebanyakan investor yang sukses besar adalah value investor karena seorang value investor selalu memiliki visi yang matang dan mantap ketika berinvestasi, namun bukan berarti trader tidak. Tapi secara logika pun kita bisa menyadari, ketika seseorang memutuskan untuk menggunakan strategi value investing dan ia tidak memiliki visi, ia biasanya mulai ragu-ragu dan memutuskan untuk tidak disiplin dengan rencananya. Tapi, untuk menjadi trader, menggunakan rekomendasi para analis, membuat perencanaan berdasarkan rekomendasi tersebut, cut loss kalau tembus harga sekian, take profit kalau tembus harga sekian, pun sudah lumayan cukup untuk mendapat profit. Jadi itulah mengapa trading populer sekarang.

Nah, lalu benarkah kemudian value investing senasib ama Black Berry? Em itu pertanyaan yang cukup berat sebenarnya, tapi jawaban saya adalah tidak. Karena ia merupakan suatu disiplin ilmu, dan disiplin ilmu seharusnya tidak peduli dengan jumlah pemakainya. Jadi begini, seperti yang dibilang Om Buffet; dalam jangka pendek, pasar saham itu kayak kontes kecantikan (baca: kontes popularitas), tapi di jangka panjang, baru lah itu benar-benar kontes kualitas. Saya sendiri masih belum begitu menemukan pemahaman yang cukup mantap mengenai Value Investing, jika ada temen-temen yang ingin ngobrol-ngobrol mengenai itu, silakan email di muwafah@yahoo.co.id ..

 





 
Read More

Saturday, 3 May 2014

The Idea of Smoking

Ngeroko atau smoking sepertinya terlihat sederhana saja. Tinggal dinyalain pake api, dihisap, dihembusin asepnya, habis, nyalain lagi, selesai. Tapi pernahkah kita memikirkan beberapa hal di balik rokok? em, industrinya mungkin, atau pemiliknya?
Beberapa orang mulai cukup ramai membicarakan mengenai industri rokok dan farmasi. Sesuatu seperti, jebakan kapitalis. Kampanye anti rokok digalakkan di seluruh dunia secara masif oleh mereka para pebisnis besar seperti bloomberg, morgan, dkk. dan dunia industri membuat aturan untuk tidak menerima pekerja yang meroko di posisi yang cukup baik. Jadi yang ngeroko entar cuma bisa jadi kuli deh. Akhirnya, semua orang akan lari ke industri farmasi untuk membersihkan dirinya dari pengaruh nikotin. Nah, industri farmasi yang siap menyambut itu ialah milik kapitalis besar seperti di atas. Artinya, tidak sia-sia sudah mereka menggelontorkan dana yang luar biasa banyak untuk disumbangkan ke pelbagai negara guna kampanye anti-rokok.
Benarkah memang seperti itu skenarionya? ya ngga tau juga deh. Sepertinya masih ada banyak hal di balik skenario di atas, informasi tersebut saya rasa hanya sebesar kapal Titanic dalam samudra. 
Read More

Wednesday, 5 February 2014

Penghapusan Beberapa Posting

Well bray, rencananya sih blog ini mau dihapus sebenernya. Yaa beberapa bulan kemarin lah akhir tahun 2013, sekitar November.
Ada alasan cukup kuat juga sih sebenernya, tapi, setelah dipikir-pikir lagi dan sedikit mengingat memori lama ketika dulu bakar buku harian (buku 2 tahun itu padahal T.T) dan sekarang nyesel, akhirnya diputuskan untuk tetep lanjutin ini blog dan menghapus beberapa konten yang berpotensi membahayakan keselamatan di kemudian hari jika diketahui orang-orang yang belum bisa dipercaya. Jadi mungkin blog ini lebih diarahin buat hiburan dan berbagi cerita-cerita sederhana aja ya.

Salam,
Fahmi
Read More

Kabut lembut di Papandayan #Part 2

Fiuh, aku cuman pengen bilang lewat tulisan ini.
Bahwa darah, otot, daging dan tulang, bukanlah sumber kekuatan yang utama, melainkan pikiran, dan hati.

Nggak ada kekuatan yang lebih besar dari sebuah keyakinan, sebuah kepercayaan.
Nggak ada kelemahan yang lebih besar, dari sebuah keragu-raguan, dari sebuah hati yang kecil.

Sepasang mata yang menyorot tajam ke atas

Nggak ada sebuah pelipur lara yang paling mujarab, melainkan cinta.
Nggak ada multivitamin yang paling ampuh, melainkan ketulusan.

Dan nggak ada sebuah tempat yang lebih indah, melainkan Indonesia.

Kali ini bukan sebuah kisah petualangan yang panjang dan membosankan. Atau kisah tentang iblis dan belati kematian malaikat yang pakai jaket hoodie. Jadi.. Ya udah, do'a.in biar proposal ane kelar dengan sempurna dan IFEF 2014 sukses.. aaamiiiin





Read More

Thursday, 30 January 2014

Senja di Bandung

mengapa engkau waktu itu putuskan cintaku
dan saat ini engkau slalu ingin bertemu
dan memulai jalin cinta

Malam ini hujan perlahan turun bersama beberapa kunang-kunang yang tiada kedinginan. Debu-debu beterbangan diterpa cahaya mereka.

Entahlah malam semakin dingin di sini. Rindu semakin beku dan entah akan pecah diterpa waktu.

mau dikata kenapa lagi kita tak akan pernah satu
engkau di sana aku di sini
meski hatiku memilihmu

Sudah sekian lama kita bersama. Berbagi waktu dan cerita-cerita indah lainnya. Denganmu, beberapa hal menjadi lebih indah. Dan banyak hal menjadi sempurna. Di setiap waktu aku mengingatmu, mengingat kita dan sepucuk rumput dandelion, sungguh aku rindu dan ingin semuanya kembali pada saat itu.

andai ku bisa, ingin aku memelukmu lagi
di hati ini hanya engkau mantan terindah yang selalu kurindukan

...

Di sudut ruang kamar remang-remang, seorang perempuan duduk tersenyum penuh rindu memandang foto-foto dalam album kenangan biru mudanya. Jemari manisnya mengelus sosok lelaki berpose alay dengannya dalam sebuah foto.

memang kita tlah jauh rasanya
memang kita sudah tak bersama
jika memang kita ditakdirkan tuk bersama slamanya
cinta tak kan kemana-mana

“Dear, kenapa ya dulu aku mutusin kamu. Demi apa coba kalau akhirnya tau susah banget ngelupain kamu. Hahagh.. Besok aku mau masuk ruang operasi jam setengah sembilan pagi. Doa'in ya :') . Semoga kita masih bisa ketemu lagi. Mampir ya kalau ke Bandung.”

masihkah ada padamu
sedikit bayang diriku
akankah suatu saat kau berubah pikiran
dan kembali
masihkah ada padamu
sedikit cinta untukku
akankah suatu saat kau kembali kepadaku?


Trrrrttt....
“Lagi dimana sih? Kering nih gigi nungguin kamu bebs”
“Em, bebs, kita ketemuannya di taman biasa aja ya, ga usah di mall, gmn?”
“Hrrrggh, udah tadi berangkat nggak nganterin, sekarang mau pulang bikin acara baru, ya udah la aku ke sana”
“Ciepz, :') “

– –

“Kenapa si ko' aneh banget akhir-akhir ini?”
“Ngga' kok, cuman bingung di mana nempatin sekeping cerita massa lalu, jjjiaah haha”
“Nih, dalem hidung”
“Eh, apaan si sakit bebs”
“Kamu cinta banget ya bebs sama itu cewek?”
“Emm kalau dijawab iya?”
“Ya udah, lu gue end!”
“Hahaha, jangan la. Cinta si kayaknya udah enggak, tapi to be honest, aku rindu banget ama dia akhir-akhir ini, udah hampir setahun ngga denger kabarnya”
“Mau ditemenin ke Bandung?”
“Ha?”
“Ya dari pada penasaran terus jadi aneh gitu”
“Ntar kalo aku suka lagi sama dia gmn? Hehe”
“Apaan si bebs, David udah mau punya adek juga”
“Bahkan aku juga belum kasih kabar ke dia kita udah nikah, lebih tepatnya nggak berani”


Senja di Bandung

“Permisi kang, ini ko' ramai ada apa ya?”
“Itu, mau nguburin orang kang, habis kena kanker. Mangga”
“Oh, mangga kang”

“Bebs??”
“Iya bener ini rumahnya, yang kamu lihatin di foto itu, bener kok”

“Permisi teh?”
“Eh kang, siapa yang kasih kabar? Udah sampai sini”
“Kabar apa ya teh?”

– –
“Aku cengeng banget ya bebs?”
“Udah, sini”
“Makasih ya, kamu yang nyetir gpp kan”

Datanglah sayang dan birkanku berbaring
dipelukanmu walaupun tuk sejenak
usaplah dahiku dan kan kukatakan semua
bilaku lelah tetaplah di sini jangan tinggalkan aku sendiri
bilaku marah biarkanku bersandar jangan kau pergi untuk menghindar
rasakan resahku dan buat aku tersenyum
dengan canda tawamu walau pun tuk sekejap
karena engkaulah satu-satunya untukku yang pastikan kita slalu bersama
karena dirimulah yang sanggup mengerti aku dalam susah atau pun senang

dapatkah engkau slalu menjagaku
dan mampukah engkau mempertahankanku


flash fiction: song-> Kahitna : Mantan Terindah
                                  Petra Sihombing : Cinta Tak kan Kemana-mana
                                  SO7 : Buat Aku Tersenyum


fahmiii ...
Read More

Saturday, 25 January 2014

Gunung Papandayan - Part 1

Well guys, jumpa lagi sama ane nih udah lumayan lama juga nggak berblogging ria. Jadi gunung ini
adalah gunung kedua yang saya naiki. Yang pertama, yak bener banget: Gunung Panderman, di Kota
Batu deketnya Malang. Petualangan sama Arik, Agis, Karlita, Nain, Adib, Fitrop, Adam, dan adeknya
Karlita yang nggak akan pernah terlupakan. It was really unusuall Panderman.

Nah gunung kedua ini namanya juga diawali dengan huruf P dan A, atau PA-pandayan. Mirip kan sama
Panderman. Iya dunk, pokoknya entar gunung ke-tiga yang ane naikin namanya juga harus
diawali dengan huruf P dan A. Kalo entar naik ke Semeru, nama Puncak Mahameru harus diganti jadi
Puncak Pahameru waktu ane naik. Haha..

Lumayan beda sama waktu naik ke Panderman, kali ini merupakan sebuah pendakian yang tanpa
direncanakan – buat saya aja sih. Untungnya temen-temen se-tim udah well-prepared banget, jadi
hangat damai sejahtera deh hehe :D. Jadi ceritanya ada temen kampus yang diajak tetangga kosannya
naik ke papandayan, nah dia mau minjem kompor, nggak tau kenapa timingnya pas banget. Pas dia
nyampe di kosan saya, pas rencana saya sama Nando ke Bandung secara resmi ditunda dengan
beberapa pertimbangan yang cukup bijak.

“Ntar berangkat jam berapa Lan?” (nama temen ane ini Shahlan)
“Nanti jam 7, habis isya'” well guys waktu itu udah jam 4 sore.
“Em, kalo saya ikut aja gimana ya Lan?” Asal nyeletuk aja sih -_-”
“Ayo ikut aja, ngga' papa, entar saya bilangin masnya”

Berhubung ditanggapi dengan antusiasme yang tinggi, ya udah deh habis salat ashar ane berdoa banget
biar dikirimin Tuhan malaikat baik yang terbaik yang akan bekerja keras buat keselamatan ane dalam
petualangan yang bener-bener dadakan ini.

And you know what happened then? Hujannya deres banget malam itu. Tapi ya udahlah kita cao aja ke Terminal Pasar Rebo. Untung udah agak maleman jadi gak macet deeh. Nah sampek di itu terminal remang-remang, kita (Ane, Shahlan ama Mas Tio) ketemu sama anggota tim yang lain, ada Mas Amri (nama STAPALA-nya Badak), Mas Bams (nama STAPALA-nya Suneo), Mbak Sisilia, Mbak Dian atau Mbak Mei, sama Mas ….. fiuh kenapa bisa lupa namanya yak, oke fine udah dicari-cari di dalem memori gak ketemu-ketemu, ntar aja kalo inget, yang jelas Mas ini juga salah satu malaikat tambahan yang dikirimkan sama Tuhan buat ngebawain sandal saya yang putus waktu turun. Jadi bener kaan: “People will forget what you said, people will forget what you did, people will forget even your name :D , but they might not forget how you make them feel”.


Gak pake lama bis nya udah siap stand by mau nganter kita ke Garut. Tarifnya: 42 rebong. Berangkat
jam 11 an sampek Garut sekitar jam 3 pagi. Kita istirahat di ruang tunggu ini nih:


Photo by me, just watch!




Lumayan kan ada tv-nya juga.

Habis salat subuh kita istirahat lagi bentar dan cao cari sarapan. Sempet kaget juga sih sama
tarifnya; sama kayak di Jakarta. Padahal udah berharap banget harga makanan di sini bakalan 30%
lebih rendah dari pada di DKI eh tau tau-nya atau mungkin karena di area terminal aja ya, ga tau deh.

Habis makan kita cari angkot. Yup, buat nganter kita sampek di sini nih:



Entah karena kurang amal atau apa kita dapet angkot laknat yang tarifnya mahal banget. Biasanya per
orang cuma 7 ribu, kita dapetnya 1 orang 15 rebong, fiuh, ini nih ane kasih lihat foto penampakan sopir
angkot laknat yang senyam-senyum sendiri sepanjang perjalanan nganterin kita, haha. Ga papa lah, nyenengin sopir angkot sesekali.


Hal terbaik di pagi itu adalah: ane nemuin ATM BNI tepat jarak 7 meter dari posisi ane turun angkot.
Wkwkwk, iya sih emang kebiasaan gak pernah bawa uang cash banyak-banyak, bahkan kadang juga
gak bawa sama sekali, cuman kartu atm aja. Nah iya kalo posisi hidup lagi di kota, nah ini, di gunung
men! Mau nggesek kartu debit dimana coba??

Perjalanan kita lanjutin pake pick-up, yup mobil yang kap bagian belakangnya dipangkas itu. Tarif: 20
rebong, kalau yang ini sih lumrah soalnya medannya juga ekstrim. Mengancam kehidupan tulang
belakang sama tulang ekor.

Nah akhirnya sampailah kita di sini nih, keren kan?






Yup, ini adalah awal dari banyak hal mengejutkan. Hal-hal menegangkan yang mungkin membuat malaikat baik berdarah-darah buat memperjuangkan keselamatan ane. Sebuah petualangan yang kini menjadi sejarah, at least my own history, emm gini deh, ada kah hiker new bie ngenes selain yang punya blog ini yang pernah ke papandayan dengan 74% perjalanan naik-turun nyeker alias gak pakai pelindung kaki??

Eh bro, bersambung dulu aja yak, mumpung malem minggu nih, ngapelin dota dulu, udah semingguan
gak ketemu.. gagaga.. Bye-bye .. Entar dilanjutin kok ceritanya, kalem, tenang aja.. :)
Read More