I am freelance intelligence. Currently trying to understand capitalism.

Monday, 27 April 2015

Sebuah Generasi yang Sedikit Terbebas

Generasi saya merupakan generasi yang sedikit terbebas dari doktrin-doktrin kolonial. Doktrin-doktrin yang membuat pola pikir kita tidak berkembang dan cenderung terkungkung pada keterbelakangan yang kompleks. Atas dasar itu, saya cukup optimis dengan masa depan Indonesia.

Keadaan tersebut dapat terjadi karena beberapa usaha yang tidak mudah dan tidak dilakukan oleh hanya satu pihak. Salah satu usaha yang paling terlihat adalah usaha para generasi orang tua sekarang. Orang-orang yang tidak terlibat dalam pembentukan orde baru, namun menjadi saksi lahirnya reformasi. Mereka melakukan banyak usaha untuk menginspirasi, melakukan perbaikan pendidikan dan pembangunan, dan memberikan kepercayaan kepada generasi di bawahnya. Saya yakin itu tidak mudah bagi mereka yang sudah didoktrin secara komprehensif untuk keluar dan mengajukan gagasan dan aksi pembaharuan. Tentu tidak 90% dari generasi orang tua yang melakukan itu, tapi ada yang melakukan itu saja sudah sangat berarti. Orang-orang seperti MH Ainun Najib, Ridwan Kamil, Agustinus Tedja Karuna Bawana, dan yang lain lainnya, mereka orang-orang yang sangat penting dan berarti bagi orang-orang di generasi saya.
Selain itu ada juga usaha para inventor seperti Bill Gates, dan yang lain lainnya, yang membuat monopoli pengetahuan menjadi masa lalu. Atau usaha-usaha lainnya.

Keadaan seperti itu dapat melahirkan sebuah sistim politik baru. Bukan lagi uang yang menjadi aktor utama. Jadi saya bisa optimis juga. Tiba-tiba males nglanjutin ya. Udah sampai di sini aja dulu ya.


Read More

Friday, 24 April 2015

Sangat Lucu. Betapa Saya Merasa Sangat Bodoh.

Horace Walpole pernah bilang bahwa dunia ini adalah sebuah lelucon bagi mereka yang berfikir, dan sebuah tragedi bagi mereka yang merasakan. Tapi ada satu pertanyaan yang saya ajukan, sebenarnya dunia sendiri itu apa? 

Seorang gadis duduk di sebuah bangku putih di sudut taman kecil yang sepi, memandang beberapa kuntum teratai yang mengambang dengan anggun. Kuntum yang entah esok atau nanti akan gugur dan hilang. Seakan waktu menyimpan sebuah rahasia yang sangat sulit untuk ditembus. 

Keberadaanku, tubuhku, biosfer, atau andromeda, apakah sungguh sebuah fakta? 

Pertanyaan-pertanyaan itu membuatku merasa lucu. Aku melihat di sekeliling, seperti kecenderungan kebanyakan manusia, dan menyadari betapa orang-orang begitu serius memikirkan hidup mereka. Ada orang yang berusaha belajar begitu keras hingga tak sempat makan dan istirahat karena ingin kebahagiaan dan lain lainnya. Ada juga orang yang santai tidak berusaha belajar keras hingga pada akhirnya terjun kedalam kesulitan yang berat, dan mengambilnya dengan serius hingga merasa sangat depresi atau putus asa. Namun mereka memiliki kesamaan. Mereka, orang-orang itu begitu serius untuk berjalan dalam tatanan rutinitas sosial yang diciptakan oleh pendahulu mereka atau mungkin diciptakan oleh mindset psikologis. Dari situ saya seperti ingin menyimpulkan sesuatu walaupun tanpa dasar yang kuat, bahwa, banyak manusia yang tidak merdeka di dunia ini, pada saat ini. 

Apa sebenarnya dunia? Sesuatu yang di dalamnya ada banyak manusia yang tidak merdeka. Sesuatu yang menurut Walpole sebuah lelucon jika dipikirkan dan sebuah tragedi jika dirasakan. Dan yang lain-lainnya. 

Namun pada akhirnya saya menemukan sebuah jawaban yang sangat sederhana. Berawal dari sebuah ajaran yang bilang kalau jika kamu suka atau sayang sama orang, jangan sayang-sayang banget, menyayangilah secara normal dan jangan sedih-sedih banget kalo nanti ditinggalin. Seakan saya menemukan sebuah guideline yang mungkin sangat komprehensif mengenai apa itu dunia dan bagaimana kita menjalani hidup di dunia. Ya, semua itu sepertinya ada dalam sebuah kitab yang jarang sekali saya sentuh dan pelajari. 

Sangat lucu. Betapa saya merasa sangat bodoh. 
Read More

Monday, 20 April 2015

Jujur Saja Ku Tak Mampu

Jujur saja ku tak mampu
Hilangkan wajahmu di hatiku
Meski malam mengganggu, hilangkan senyummu dimataku

Ada sebuah cerita indah tentang waktu dalam setiap dongeng yang dikisahkan para penyair yang dikenalkan oleh ibu kepadaku. Namun, kehadiranmu memperkenalkanku pada sebuah cerita yang lain.

...

"Ada sesuatu yang ingin kuceritakan kepadamu"
"Ada yang ingin kuceritakan juga"

Setiap waktu yang berlalu, melahirkan sebuah peristiwa yang akan direkam dalam memori. Rekaman yang setelahnya dapat diputar ulang dengan mudahnya.

"Anjingku, dia udah bisa jalan lagi"
"Ha? Sejak kapan?"
"Aku juga kaget, mama memberitahuku kemarin. O ya, apa yang ingin kamu ceritakan?"
"Aku pengen cerita masalah cewek, boleh?"

Seseorang bilang ada saat dimana perasaan mungkin tidak sebaiknya diungkapkan. Dan aku menyetujuinya, untuk waktu yang tak lama.

Meski ku bukan yang pertama di hatimu tapi, cintaku terbaik untukmu
Meski ku bukan bintang di langit tapi cintaku yang terbaik

...

Ada cukup banyak cerita indah tentang waktu, namun cerita kali ini terasa berbeda. Aku tak ingin mendengar tentang kelanjutan kisahnya. Aku hanya ingin mengakhirinya, tanpa sebuah akhiran. Walaupun aku sadar, itu tidak mungkin, dan..

Jujur saja ku tak mampu
Tuk pergi menjauh, darimu
Meski hatiku ragu
Kau tak disampingku setiap waktu
Kusadari, aku cinta padamu



flash fiction
song: Cinta Terbaik by Cassandra
nggak sengaja dengerin lagu ini, jadi pengen bikin cerita hehe... ini fiksi lo ya.. 
Read More

Monday, 13 April 2015

Having a Career with Unilever, a Message from the VP of HR

Well, I wrote this in a very hurry situation. Very bad writing report, but I hope it will still be usefull for the reader. Thank you.


Unilever Indonesia is a company established since 1933, or 82 years ago. This company since the first establishment until today still consistent move in the consumer goods industry. But, they continuously extend the product line and today they have seven product sector such as ice cream, fabric conditioner, household care, skin care, baby personal care, soy sauce, and fruit juice. Under the vision to earn love and respect of Indonesian by touching the life of every Indonesian every day, Unilever has come this far.

I have the opportunity to hear some messages from the vice president of human resource of this company. She is Mrs Enny Sampurno. Mrs Enny has been working in this company for 24 years and except human resource, she had experienced in some position such as finance, logistic, and supply chain.

She told us about the secret behind optimum performance of human.

First is the balance of S pillars. There are three aspect of Q that we should balance. They are EQ, IQ, and SQ. IQ to determine the capability, EQ to determine the will. and SQ to determine the purpose.

Second is to build the technical expertise. We should get our hand dirty and improve technical skill.

Third, we should build the good interpersonal relationship such as; we should be able to deliver through people, be able to delegate and engage. and also have a good conflict handling intention which consider and concern with the interest of others.

She said that she learn most a lot from her difficult losses. So she suggests us to not give up, and keep asking why until we find the core of the cause. That kind of learning in loss situation also make her think that we should get out from the comfort zone because it make us not learn anything which will lead to the arrogance and destruction at the end. But in spite of that, she believes also that career should be planned and manage.

Fourth we should consider with energy management; time allocation, energy we spend for family, work, social, we should be able to manage it well.

Fifth she told us to be an open minded people. We should keep learning or otherwise this world will leave us behind. Everything change, quickly. People nowadays should always adapt and learn with that change.

Sixth she suggests us to take care of ourselves by keep sharpening our saw and self-care activity. Have enough time to do something we like that makes us happy and grateful,

After that, we had a question and answer session. There were some good and nice question, but I think the question I like the most is about Mrs. Enny adaptation process after in finance and go to customer service. She made mistakes and get a lot of pressure from the boss especially. But she didn't give up. She didn't feel shame to learn from her subordinate, asking them even very simple matter which she didn't understand about. And then, she established a small win, communicate it to the boss and achieve it. Her subordinate then think that their boss is capable and things started to get better.  





Read More

Dunia Belum Berakhir Kok

Iya, dunia masih akan berjalan kok kalau kamu rehat sejenak
Iya bener, masih bakalan tetep ada oksigen, air, kalau kamu diem aja dulu bentar
Serius, kehilangan beberapa dolar bukan sesuatu yang serius banget kok
Emang seberapa bernilai nya sih hal-hal materil?
Toh mereka juga bisa ilang, bisa dicari lagi, bisa didapetin lagi.
Tapi kalo kamu yang ilang? Aku harus nyari lagi dimana?
Kalo kesempatanku buat bisa terus bareng sama kamu yang ilang? Aku harus beli waktu dimana?

Iya kan? 

 
Read More