I am freelance intelligence. Currently trying to understand capitalism.

Tuesday, 30 December 2014

Sebait Pengingat

Hal paling penting untuk kita perkuat dalam hidup selagi muda adalah; mental, keberpihakan, keberanian, dan karakter. Sederhana saja, bukan untuk sesuatu yang rumit. Hanya untuk dua hal, cinta dan kematian.

@fahmialm
Read More

Saturday, 6 December 2014

Antara kebebasan, kedisiplinan, dan tanggung jawab

Ada orang yang hidupnya begitu bebas. Melakukan hal-hal menyenangkan yang ingin ia lakukan. Orang-orang seperti ini selalu memiliki waktu untuk hal-hal yang mereka sayangi. Namun, bukan berarti hidup mereka tidak memiliki tantangan dan masalah. Justru sebaliknya. Orang yang memilih untuk menjalani hidupnya seperti ini sebenarnya menghadapkan dirinya pada sebuah risiko dan bahaya yang sangat besar. Hanya, mereka tau bagaimana mereka harus menghadapinya.

Namun ada orang yang hidupnya selalu berada dalam rutinitas. Seolah-olah mereka adalah mesin yang dijalankan dan diatur oleh sesuatu lain. Mereka tidak memiliki pilihan untuk keluar dari kehidupannya saat ini. Ketika ada kerabat yang ingin bertemu, mereka seringkali bilang tidak ada waktu. Ketika orang tua mereka sedang rindu dan ingin bertemu, mereka seringkali bilang kalau tidak bisa pulang karena masih banyak pekerjaan atau masih banyak yang harus diurus. Bahkan mungkin ketika masuk waktunya beribadah, mereka juga tidak ada waktu. Orang-orang seperti ini hampir semuanya suka mengeluh, bosan, tidak memiliki motivasi, dan tanpa mereka sadari, mereka menyakiti perasaan orang-orang yang menyayangi mereka.


Namun, apa sebenarnya yang ingin saya katakan dari ilustrasi dua orang di atas?


Masalah, kesulitan, kesibukan, atau kita sebut saja beban, datang kepada seluruh manusia di dunia ini. Namun, ada dua tipe manusia. Manusia yang selalu memilih untuk melihat beban dan manusia yang memilih untuk melihat sesuatu yang selalu ada di samping beban, yakni peluang, pengalaman, dan keindahan. Tapi sayangnya hampir semua orang memilih untuk tidak melihat mereka. Mereka terlalu fokus pada beban, seakan akan jika mereka melakukan hal yang berbeda atau tidak wajar, maka mereka akan mendapatkan banyak masalah.

Oke next!

Kita cukup sering mendengar ada yang bilang, "Mau jadi apa kamu kalau nilai nggak pernah bagus?" atau "Sekolahlah yang benar, biar masa depanmu bagus".
Hmm, emang sekolahnya sendiri udah benar?
Begitulah kadang-kadang. Orang hanya bersedia menerima dan menganggap status quo sudah benar dan itu yang harus mereka jalani.


Tapi sekarang mulai ada juga yang bilang, "Bagus di sekolah, bukan berarti anda akan bagus juga di dunia kerja" atau "Kami tidak menerima mahasiswa yang ip nya diatas 3".

Kenapa?
Ada sebuah kemampuan yang hilang dari orang-orang yang terlalu fokus pada beban, yaitu kemampuan untuk memandang peluang dan kebebasan (berimajinasi, bersosialisasi, mencoba hal-hal baru, berfikir, mencuri, dll.). Itulah mengapa kebanyakan entrepreneur adalah orang-orang yang tidak begitu benar hidupnya atau mulai membanting kemudi dari hidup benarnya. Pak Hermawan Kartajaya misalnya, beliau mengundurkan diri dari direktur Sampoerna dan mendirikan Markplus pada 1 Mei 1990.

Cukup? belum juga. Mereka yang dapat memandang peluang dan kebebasan pun tidak semuanya memilih untuk menjalani kebebasan dan mengambil peluang tersebut. Kenapa? Karena risikonya tinggi. Butuh keberanian dan mental yang memadai untuk itu. Dan memutuskan untuk menjalani hidupnya seperti apa yang mereka inginkan pun, tidak akan lama bisa begitu jika mereka tidak disiplin dan bertanggung jawab.

Then,

life is not how we make it, it's more on how we take it.

Read More

Tuesday, 2 December 2014

Reading My Poems

Saya tidak begitu membayangkan, ketika kecil, tentang hal-hal mengenai puisi.
Saya tidak begitu suka membaca puisi, ketika kecil, karena saya pikir itu alay, berlebihan, dan bukannya nge-feel malah bikin ill-feel.
Namun pernah satu kali saya terpaksa melakukannya untuk sebuah kompetisi akademis, kabar baiknya, saya hanya melakukannya ketika latihan karena ternyata di kompetisi tersebut tidak wajib untuk dilakukan dan ada pilihan bentuk seni lainnya. 
Ya, itu dulu ketika saya SD.

Ketika SMP saya tidak sengaja membaca sebuah buku kumpulan puisi di perpustakaan. Saya hanya penasaran karena bukunya terlihat aneh lalu saya baca dan ternyata itu kumpulan puisi. Dan bingo. I felt something while reading them. Sesuatu seperti, anda merasa berada di sebuah suasana yang anda ciptakan sendiri, anda nikmati dan anda akhiri sendiri. Apakah ceritanya berlanjut? apakah kemudian dari situ saya mulai menulis puisi? no! Faktanya adalah saya tidak ingat apakah saya pernah benar-benar menulis puisi ketika SMP dan tidak ada puisi SMP saya yang hidup di pikiran saya sekarang kecuali satu, sebuah puisi tentang sungai yang menjadi akar kehidupan masyarakan di sebuah tempat yang cukup jauh dari rumah saya namun masih di kota yang sama. Ketika itu saya mengendarai sepeda dan tanpa ada rencana, hanya menggerakkan pedal dan kemudi sesuka hati, sampai akhirnya tiba di tempat itu. Jika dihitung jaraknya dari rumah sekitar 21 kilometer.

Ketika SMA? Inilah waktu ketika saya mulai berani meninggalkan kelas untuk sesuatu yang memang benar-benar saya ingin untuk lakukan. Sebuah waktu transformasi yang sangat menakjubkan yang bahkan saya tidak percaya saya dapat berpikir seperti itu ketika SMA. Begitu banyak pergulatan, refleksi, dan keberanian yang terjadi. Begitu banyak puisi yang saya tulis. Namun hanya beberapa yang masih hidup di dalam kepala saya sekarang. Sisanya? sebagian besar saya tinggalkan di lembar-lembar soal ujian semester, dan sebagian lagi saya bakar ketika saya merasa, waktunya sudah habis untuk ini. Saya biarkan pikiran saya melepas mereka. Meninggalkannya sendirian dengan nasib mereka sendiri. Dan hanya membawa beberapa puisi yang saya pikir akan saya perlukan untuk menjalani kehidupan selanjutnya. 

Sudah sekitar satu tahun saya tidak menulis puisi yang hidup. Beberapa puisi yang saya tulis hanya sebuah latihan merangkai kata-kata dan nada, saya tidak merasa ada yang hidup di sana. Ya, selama satu tahun ini. Bukan karena saya tidak berfikir dan merasa semua hal berjalan dengan baik di dunia ini. Namun karena puisi-puisi SMA saya yang masih hidup, mereka seperti perlahan-lahan berubah, seperti ada editor yang secara otomatis merawat mereka, dan saya menikmatinya. And i don't think to write a poetry anymore. Mungkin sampai saat dimana saya merasa, waktunya sudah habis untuk ini. 
Read More

Monday, 10 November 2014

Antara Aku dan Kamu

Ada setitik arti yang hadir, ketika waktu datang padaku bersamamu
Ada hening yang perlahan mencair, ketika waktu datang padaku bersamamu
Dan bersamamu, kuingin mengulang seluruh waktuku
Menjalaninya dengan sederhana, apa adanya aku dan kamu

Dahulu kala manusia pernah ingin hidup di ketinggian
Karena di sana, waktu berjalan dengan lebih lambat, dan mereka dapat hidup lebih lama
Namun kenyataannya mereka salah
Hanya ada sedikit oksigen di tempat yang tinggi, membuat mereka mati lebih cepat

Dahulu kala aku pernah ingin hidup bersamamu, selamanya
Karena di sana, waktu berjalan dengan lebih indah, dan bersamamu adalah indah untuku
Namun sepertinya aku salah
Hanya ada sedikit waktu untuk kita berbicara, yang entah apakah akan membuat cinta mati dengan lebih cepat



Read More

Saturday, 1 November 2014

Tears don't fall

With blood shot eyes I watch you sleeping
The warmth I feel beside me is slowly fading


Ada gundah yang tak lagi sama. Ada rindu yang tak lagi mengharu. Ada bayangmu yang perlahan memelukku, erat dan hilang. 

Would she hear me if I called her name?
Would she hold me if she knew my shame?


Kutunggu kau di hari yang mati, di waktu yang berhenti, di detak jantung yang tertatih. 
Ada awan dan gelap. Ada nurani dan api. Setidaknya untuk sesaat. Ijinkan aku menyentuhmu. 

The moments die, I hear no screaming
The visions left inside me are slowly fading



Entah mungkin, entah tidak dan debu-debu membawaku bersatu. Dan kutahu, jawabannya adalah tidak. Pandanganku mengabur, perlahan dan semakin cepat. Namun, kumohon dengarlah kecup terakhirku, see you dear..


song: Tears don't fall, BFMV
Read More

Friday, 31 October 2014

Cinta Datang Terlambat

tak kumengerti mengapa begini, waktu dulu ku tak pernah merindu..
tapi saat semuanya berubah, kau jauh dariku, pergi tinggalkanku..

Waktu seperti begitu cepat berlari. Meninggalkan kita yang terlalu lama untuk memahami kata hati. Memang penyesalan selalu datang di kemudian hari, tanpa pernah terbayang kehadirannya waktu kamu masih di sini. 

mungkin memang ku cinta, mungkin memang ku sesali, pernah tak hiraukan rasamu, dulu..
aku hanya ingkari kata hatiku saja, tapi mengapa kini, cinta datang terlambat..

Ketika dulu aku harus memilih, antara kamu atau dia. Ah, aku hanya tak pernah berfikir bahwa kamu punya perasaan yang lebih dari sekadar teman. Andai saja waktu dapat kembali lagi. 

                    "Aku pengen ngomong sama kamu"
                    "Aku juga pengen cerita sama kamu"
                    "Ok, kamu duluan"
...

Jarum pendek di arlojiku telah bergeser beberapa mili. Dan waktu seperti berhenti setelah sekian lama tak kujumpai senyuman itu. 

mungkin memang ku cinta, mungkin memang ku sesali, pernah tak hiraukan rasamu, dulu..
aku hanya ingkari kata hatiku saja, tapi mengapa kini, cinta datang terlambat..
                      "Udah lama ya nunggunya?"
                      "Enggak kok, nggak selama kamu"
                      "Hahaha, udah yuk, keburu macet"

                      
Song: Cinta datang terlambat, Maudy Ayunda..



Read More

Thursday, 9 October 2014

It's not really anything she said, and..

It's not really anything she said, or anything she did.. it was, the feeling that came along with it..
may be she know that, when she saw me.. and may be the worst part of this was not loosing her, it's loosing me.
- i knew you were trouble


you know, everything has changed. you, i. it looks like tomorrow will never gonna be the same. before i know you, i never imagine anything beautiful come and see my days. you, i.

you know, it will never gonna be the same. the time we passed, the flowers we kissed, the feeling i missed you. i know it's a simple matter. it just about, feeling. you, i.

you know, we will not live together. you, i. yes, we can't. no, you. i don't really mean, you leave. but let see the stars tomorrow, it should be beautiful. you, i. saw them last year.

you know, i'll always put your name in my coffee cup. it was the same. but not what i feel. it was different. you, i.

yes, you, and i..







Read More

Tuesday, 30 September 2014

There's so much to say, for you..

There's so much to say, for you
Since the time we first met, many things happened
Since the time we've parted, more things happened
I'm glad to saw you last time
You looked awesome. You looked so happy.
Me too

I was wondering whether we will really be parted after that conflict
I was always hoping the time to back at a moment when you walked with wet red eyes and turned back for a second
I was always hoped I can repeat what I did at that scene
I was always hoped at that second, I can run to catch you, say sorry
And then we talked about everything, release all anger

You know that I love you because I told you, I declared my love with a word I love you
Later I realized you didn't really got that from what I've done for you
You know, I was thinking that we were very difficult to be together
I don't even have a quarter of your mate criteria
And you don't even own a half of mine

If I have the ability to drive my feeling
I will never choose to love you

Since we were parted,
I tried to put someone inside my feeling
Several times I realized my heart stopped at the middle
I remembered you
I remembered all the stupidity I've made
I remembered your laugh, your words, your smile, your anger, your ignorance

It was never easy for me
I hope we can sit and talk together
Not to talk about the past
Nor to talk about the future
I just want to enjoy the moment,
I think I will say,
You looks a little bit different this time. em, you know I have so much to say, for you


Read More

Thursday, 25 September 2014

Memahami teks atau konteks?

Aku lebih suka berteman dengan orang yang bisa salah, dari pada berteman dengan orang yang pasti benar dan selalu benar. orang semacam itu mengerikan. -@noffret ..

Saya merasa ada sebuah perubahan situasi yang sangat terasa sejak saya mulai menginjak usia remaja. Dulu, ketika kecil saya tidak pernah membayangkan informasi dapat menyebar seluas dan secepat ini. Dulu saya selalu mengalami kesulitan untuk membaca habis surat kabar yang biasa saya beli di akhir pekan. Saya dulu merasa seperti informasi baru berubah setiap minggunya. Ya, saya dulu berfikir dan mengalami hal seperti itu.

Sekarang, saya melihat dunia ini seperti seringkali diramaikan oleh amarah yang kosong. Begitu cepat informasi sampai di pikiran orang-orang, dan begitu cepat pula pikiran mereka merespon tanpa mencoba memahami terlebih dahulu. Akhir-akhir ini begitu banyak kasus yang ramai di media sosial dan kita dapat menjumpai begitu banyak opini yang marah dan kosong.

Saya coba berfikir dan mencari pemikiran-pemikiran teman-teman lain, sampai pada sebuah kesimpulan; opini yang marah dan kosong itu karena pikiran hanya digunakan untuk memahami teks, bukan konteks. Satu hal yang sebenarnya sangat disayangkan juga, banyak kalangan akademisi yang kalau dipikir-pikir mendapatkan pendidikan yang bagus juga hanya menggunakan pikirannya untuk sebatas memahami secara tekstual. haha..  
Read More

Tuesday, 10 June 2014

Thursday, 8 May 2014

Is Value Investing Become A Relic Today?

Ketika berbicara mengenai value investing, biasanya yang muncul di pikiran sebagian besar orang ialah sosok Om Warren E. Buffet, seorang bintang investasi yang menggunakan strategi value investing. Value investing sendiri, sebenarnya merupakan strategi berinvestasi yang dikemukakan oleh Benjamin Graham dan David Dodd dalam buku mereka Security Analysis yang ditulis pada 1933 dan disempurnakan lagi dan terbit edisi ke-duanya tahun 1940.

Pada kata sambutannya di edisi ke-enam buku -Security Analysis- tersebut, Om Buffet mengatakan bahwa beliau memiliki tiga buku yang paling berharga dalam hidupnya, yang salah satu ialah Security Analysis ini.

Value Investing kemudian diambil intisarinya oleh sebagian besar orang sebagai strategi membeli saham yang undervalued atau dihargai murah oleh pasar, yang mana sebenarnya nilai intrinsik saham tersebut masih sangat menjanjikan. Intinya, membeli saham di harga yang aman, kalau turun ya nggak bakalan turun banyak, tapi kemungkinan naiknya bisa banyak. Saya sendiri baru membaca Security Analysis satu kali dan saya rasa masih perlu membaca ulang setelah ujian akhir semester nanti. Walau pun fokus pembahasannya adalah value investing, Security Analysis sendiri sebenarnya cukup memaparkan mengenai investasi mulai dari hulu hingga ke hilirnya. Yang artinya apa, cukup banyak data atau informasi yang diperlukan untuk meninjau atau menentukan harga wajar suatu saham. Karena biasanya intrepretasi harga wajar itu pun berbeda dari satu analis ke analis lainnya. Maka dari itulah sepertinya, mengapa Om Buffet lebih memilih saham-saham yang sudah listing di bursa setidaknya selama sepuluh tahun, karena ada cukup data di sana.

Ada beberapa metode dalam menghitung harga saham, melalui dividen, free cash flow, dan beberapa lainnya. Namun kemudian yang menjadi pertanyaan ialah, mengapa saham tersebut undervalued? Karena tidak ada investor atau analis yang dapat melihat kebagusannya, karena kinerja atau prospeknya dirasa buruk, atau karena pasar memang sedang koreksi?  Nah dalam value investing, biasanya investor memilih emiten yang performanya tetap bagus dan meningkat, namun harganya turun. Kan aneh kan ya sebenarnya? Orang kinerjanya nggak turun kok harganya turun, tapi ya begitulah, sepertinya memang banyak orang aneh di Wall Street.

Value investing sendiri sepertinya tidak begitu banyak diminati di Indonesia, yap, kebanyakan investor Indonesia adalah trader, karena menggunakan strategi trading, dirasa lebih rendah risiko dan keuntungannya bisa lebih besar. Dan sepertinya tidak terlalu harus berpusing-pusing ria seperti Om Buffet yang harus bergelut dengan laporan keuangan, company plan, dan model-model perhitungan, para trader hanya cukup menguasai analisa teknikal dan beberapa dasar analisa fundamental.

Karena selain risiko value investing cukup tinggi jika kita salah perhitungan, misal nih, kita beli Astra Internasional tahun 1998 dulu, yang harganya gocap (biar enak nyebutnya aja), dan kita belum tahu apakah kelak perusahaan ini bisa survive atau tidak, kan cukup riskan. Bandingkan dengan kita beli sahamnya Astra tahun 2014 ini yang mana harganya sudah lumayan dan perusahaannya juga sudah konstan memperoleh profit, risikonya kan lebih rendah. Well, sebenernya orang-orang berpendapat value investing ini justru sangat rendah risikonya karena membeli saham di bawah harga wajarnya. Tapi, alasan terjadinya harga tersebutlah yang menurut saya menjadi risikonya. Siapa coba yang tahu kalau ASII bisa survive dulu?? Tapi sekarang kalau ditanya, siapa yang bisa bilang ASII akan masih berkembang dalam 10 tahun ini?? Banyak yang bisa jawab dan ngasih justifikasi kan??

Maka dari itulah value investing menuntut analisa yang komprehensif, kayaknya juga melibatkan intuisi ya kalo nggak salah biasanya, tanya deh Pak Teguh Hidayat atau Opa LKH.

Nah, jika ceritanya seperti itu, berarti kan lebih baik kalau kita membeli saham yang sudah break out - menembus titik resistennya, atau titik jenuh jualnya-, untung 3% - 7%, atau ketika indikator teknikal udah mulai ngasih warning kita lepas sahamnya, terus nyari lagi yang break out, begitu seterusnya. Jadi ya buat apa capek-capek belajar value investing kan gitu?

Satu kalimat yang ingin saya ucapkan sekarang adalah, semua hal itu diawali dengan niat. Dan dalam berinvestasi, setiap orang tidak selalu memiliki tujuan yang sama. Dan satu hal yang membuat orang sukses adalah karena ia memiliki visi. Om Buffet jelas punya visi yang matang dan mantap ketika membeli Berkshir Hathaway dulu. Dan kenapa kebanyakan investor yang sukses besar adalah value investor karena seorang value investor selalu memiliki visi yang matang dan mantap ketika berinvestasi, namun bukan berarti trader tidak. Tapi secara logika pun kita bisa menyadari, ketika seseorang memutuskan untuk menggunakan strategi value investing dan ia tidak memiliki visi, ia biasanya mulai ragu-ragu dan memutuskan untuk tidak disiplin dengan rencananya. Tapi, untuk menjadi trader, menggunakan rekomendasi para analis, membuat perencanaan berdasarkan rekomendasi tersebut, cut loss kalau tembus harga sekian, take profit kalau tembus harga sekian, pun sudah lumayan cukup untuk mendapat profit. Jadi itulah mengapa trading populer sekarang.

Nah, lalu benarkah kemudian value investing senasib ama Black Berry? Em itu pertanyaan yang cukup berat sebenarnya, tapi jawaban saya adalah tidak. Karena ia merupakan suatu disiplin ilmu, dan disiplin ilmu seharusnya tidak peduli dengan jumlah pemakainya. Jadi begini, seperti yang dibilang Om Buffet; dalam jangka pendek, pasar saham itu kayak kontes kecantikan (baca: kontes popularitas), tapi di jangka panjang, baru lah itu benar-benar kontes kualitas. Saya sendiri masih belum begitu menemukan pemahaman yang cukup mantap mengenai Value Investing, jika ada temen-temen yang ingin ngobrol-ngobrol mengenai itu, silakan email di muwafah@yahoo.co.id ..

 





 
Read More

Saturday, 3 May 2014

The Idea of Smoking

Ngeroko atau smoking sepertinya terlihat sederhana saja. Tinggal dinyalain pake api, dihisap, dihembusin asepnya, habis, nyalain lagi, selesai. Tapi pernahkah kita memikirkan beberapa hal di balik rokok? em, industrinya mungkin, atau pemiliknya?
Beberapa orang mulai cukup ramai membicarakan mengenai industri rokok dan farmasi. Sesuatu seperti, jebakan kapitalis. Kampanye anti rokok digalakkan di seluruh dunia secara masif oleh mereka para pebisnis besar seperti bloomberg, morgan, dkk. dan dunia industri membuat aturan untuk tidak menerima pekerja yang meroko di posisi yang cukup baik. Jadi yang ngeroko entar cuma bisa jadi kuli deh. Akhirnya, semua orang akan lari ke industri farmasi untuk membersihkan dirinya dari pengaruh nikotin. Nah, industri farmasi yang siap menyambut itu ialah milik kapitalis besar seperti di atas. Artinya, tidak sia-sia sudah mereka menggelontorkan dana yang luar biasa banyak untuk disumbangkan ke pelbagai negara guna kampanye anti-rokok.
Benarkah memang seperti itu skenarionya? ya ngga tau juga deh. Sepertinya masih ada banyak hal di balik skenario di atas, informasi tersebut saya rasa hanya sebesar kapal Titanic dalam samudra. 
Read More

Wednesday, 5 February 2014

Penghapusan Beberapa Posting

Well bray, rencananya sih blog ini mau dihapus sebenernya. Yaa beberapa bulan kemarin lah akhir tahun 2013, sekitar November.
Ada alasan cukup kuat juga sih sebenernya, tapi, setelah dipikir-pikir lagi dan sedikit mengingat memori lama ketika dulu bakar buku harian (buku 2 tahun itu padahal T.T) dan sekarang nyesel, akhirnya diputuskan untuk tetep lanjutin ini blog dan menghapus beberapa konten yang berpotensi membahayakan keselamatan di kemudian hari jika diketahui orang-orang yang belum bisa dipercaya. Jadi mungkin blog ini lebih diarahin buat hiburan dan berbagi cerita-cerita sederhana aja ya.

Salam,
Fahmi
Read More

Kabut lembut di Papandayan #Part 2

Fiuh, aku cuman pengen bilang lewat tulisan ini.
Bahwa darah, otot, daging dan tulang, bukanlah sumber kekuatan yang utama, melainkan pikiran, dan hati.

Nggak ada kekuatan yang lebih besar dari sebuah keyakinan, sebuah kepercayaan.
Nggak ada kelemahan yang lebih besar, dari sebuah keragu-raguan, dari sebuah hati yang kecil.

Sepasang mata yang menyorot tajam ke atas

Nggak ada sebuah pelipur lara yang paling mujarab, melainkan cinta.
Nggak ada multivitamin yang paling ampuh, melainkan ketulusan.

Dan nggak ada sebuah tempat yang lebih indah, melainkan Indonesia.

Kali ini bukan sebuah kisah petualangan yang panjang dan membosankan. Atau kisah tentang iblis dan belati kematian malaikat yang pakai jaket hoodie. Jadi.. Ya udah, do'a.in biar proposal ane kelar dengan sempurna dan IFEF 2014 sukses.. aaamiiiin





Read More

Thursday, 30 January 2014

Senja di Bandung

mengapa engkau waktu itu putuskan cintaku
dan saat ini engkau slalu ingin bertemu
dan memulai jalin cinta

Malam ini hujan perlahan turun bersama beberapa kunang-kunang yang tiada kedinginan. Debu-debu beterbangan diterpa cahaya mereka.

Entahlah malam semakin dingin di sini. Rindu semakin beku dan entah akan pecah diterpa waktu.

mau dikata kenapa lagi kita tak akan pernah satu
engkau di sana aku di sini
meski hatiku memilihmu

Sudah sekian lama kita bersama. Berbagi waktu dan cerita-cerita indah lainnya. Denganmu, beberapa hal menjadi lebih indah. Dan banyak hal menjadi sempurna. Di setiap waktu aku mengingatmu, mengingat kita dan sepucuk rumput dandelion, sungguh aku rindu dan ingin semuanya kembali pada saat itu.

andai ku bisa, ingin aku memelukmu lagi
di hati ini hanya engkau mantan terindah yang selalu kurindukan

...

Di sudut ruang kamar remang-remang, seorang perempuan duduk tersenyum penuh rindu memandang foto-foto dalam album kenangan biru mudanya. Jemari manisnya mengelus sosok lelaki berpose alay dengannya dalam sebuah foto.

memang kita tlah jauh rasanya
memang kita sudah tak bersama
jika memang kita ditakdirkan tuk bersama slamanya
cinta tak kan kemana-mana

“Dear, kenapa ya dulu aku mutusin kamu. Demi apa coba kalau akhirnya tau susah banget ngelupain kamu. Hahagh.. Besok aku mau masuk ruang operasi jam setengah sembilan pagi. Doa'in ya :') . Semoga kita masih bisa ketemu lagi. Mampir ya kalau ke Bandung.”

masihkah ada padamu
sedikit bayang diriku
akankah suatu saat kau berubah pikiran
dan kembali
masihkah ada padamu
sedikit cinta untukku
akankah suatu saat kau kembali kepadaku?


Trrrrttt....
“Lagi dimana sih? Kering nih gigi nungguin kamu bebs”
“Em, bebs, kita ketemuannya di taman biasa aja ya, ga usah di mall, gmn?”
“Hrrrggh, udah tadi berangkat nggak nganterin, sekarang mau pulang bikin acara baru, ya udah la aku ke sana”
“Ciepz, :') “

– –

“Kenapa si ko' aneh banget akhir-akhir ini?”
“Ngga' kok, cuman bingung di mana nempatin sekeping cerita massa lalu, jjjiaah haha”
“Nih, dalem hidung”
“Eh, apaan si sakit bebs”
“Kamu cinta banget ya bebs sama itu cewek?”
“Emm kalau dijawab iya?”
“Ya udah, lu gue end!”
“Hahaha, jangan la. Cinta si kayaknya udah enggak, tapi to be honest, aku rindu banget ama dia akhir-akhir ini, udah hampir setahun ngga denger kabarnya”
“Mau ditemenin ke Bandung?”
“Ha?”
“Ya dari pada penasaran terus jadi aneh gitu”
“Ntar kalo aku suka lagi sama dia gmn? Hehe”
“Apaan si bebs, David udah mau punya adek juga”
“Bahkan aku juga belum kasih kabar ke dia kita udah nikah, lebih tepatnya nggak berani”


Senja di Bandung

“Permisi kang, ini ko' ramai ada apa ya?”
“Itu, mau nguburin orang kang, habis kena kanker. Mangga”
“Oh, mangga kang”

“Bebs??”
“Iya bener ini rumahnya, yang kamu lihatin di foto itu, bener kok”

“Permisi teh?”
“Eh kang, siapa yang kasih kabar? Udah sampai sini”
“Kabar apa ya teh?”

– –
“Aku cengeng banget ya bebs?”
“Udah, sini”
“Makasih ya, kamu yang nyetir gpp kan”

Datanglah sayang dan birkanku berbaring
dipelukanmu walaupun tuk sejenak
usaplah dahiku dan kan kukatakan semua
bilaku lelah tetaplah di sini jangan tinggalkan aku sendiri
bilaku marah biarkanku bersandar jangan kau pergi untuk menghindar
rasakan resahku dan buat aku tersenyum
dengan canda tawamu walau pun tuk sekejap
karena engkaulah satu-satunya untukku yang pastikan kita slalu bersama
karena dirimulah yang sanggup mengerti aku dalam susah atau pun senang

dapatkah engkau slalu menjagaku
dan mampukah engkau mempertahankanku


flash fiction: song-> Kahitna : Mantan Terindah
                                  Petra Sihombing : Cinta Tak kan Kemana-mana
                                  SO7 : Buat Aku Tersenyum


fahmiii ...
Read More

Saturday, 25 January 2014

Gunung Papandayan - Part 1

Well guys, jumpa lagi sama ane nih udah lumayan lama juga nggak berblogging ria. Jadi gunung ini
adalah gunung kedua yang saya naiki. Yang pertama, yak bener banget: Gunung Panderman, di Kota
Batu deketnya Malang. Petualangan sama Arik, Agis, Karlita, Nain, Adib, Fitrop, Adam, dan adeknya
Karlita yang nggak akan pernah terlupakan. It was really unusuall Panderman.

Nah gunung kedua ini namanya juga diawali dengan huruf P dan A, atau PA-pandayan. Mirip kan sama
Panderman. Iya dunk, pokoknya entar gunung ke-tiga yang ane naikin namanya juga harus
diawali dengan huruf P dan A. Kalo entar naik ke Semeru, nama Puncak Mahameru harus diganti jadi
Puncak Pahameru waktu ane naik. Haha..

Lumayan beda sama waktu naik ke Panderman, kali ini merupakan sebuah pendakian yang tanpa
direncanakan – buat saya aja sih. Untungnya temen-temen se-tim udah well-prepared banget, jadi
hangat damai sejahtera deh hehe :D. Jadi ceritanya ada temen kampus yang diajak tetangga kosannya
naik ke papandayan, nah dia mau minjem kompor, nggak tau kenapa timingnya pas banget. Pas dia
nyampe di kosan saya, pas rencana saya sama Nando ke Bandung secara resmi ditunda dengan
beberapa pertimbangan yang cukup bijak.

“Ntar berangkat jam berapa Lan?” (nama temen ane ini Shahlan)
“Nanti jam 7, habis isya'” well guys waktu itu udah jam 4 sore.
“Em, kalo saya ikut aja gimana ya Lan?” Asal nyeletuk aja sih -_-”
“Ayo ikut aja, ngga' papa, entar saya bilangin masnya”

Berhubung ditanggapi dengan antusiasme yang tinggi, ya udah deh habis salat ashar ane berdoa banget
biar dikirimin Tuhan malaikat baik yang terbaik yang akan bekerja keras buat keselamatan ane dalam
petualangan yang bener-bener dadakan ini.

And you know what happened then? Hujannya deres banget malam itu. Tapi ya udahlah kita cao aja ke Terminal Pasar Rebo. Untung udah agak maleman jadi gak macet deeh. Nah sampek di itu terminal remang-remang, kita (Ane, Shahlan ama Mas Tio) ketemu sama anggota tim yang lain, ada Mas Amri (nama STAPALA-nya Badak), Mas Bams (nama STAPALA-nya Suneo), Mbak Sisilia, Mbak Dian atau Mbak Mei, sama Mas ….. fiuh kenapa bisa lupa namanya yak, oke fine udah dicari-cari di dalem memori gak ketemu-ketemu, ntar aja kalo inget, yang jelas Mas ini juga salah satu malaikat tambahan yang dikirimkan sama Tuhan buat ngebawain sandal saya yang putus waktu turun. Jadi bener kaan: “People will forget what you said, people will forget what you did, people will forget even your name :D , but they might not forget how you make them feel”.


Gak pake lama bis nya udah siap stand by mau nganter kita ke Garut. Tarifnya: 42 rebong. Berangkat
jam 11 an sampek Garut sekitar jam 3 pagi. Kita istirahat di ruang tunggu ini nih:


Photo by me, just watch!




Lumayan kan ada tv-nya juga.

Habis salat subuh kita istirahat lagi bentar dan cao cari sarapan. Sempet kaget juga sih sama
tarifnya; sama kayak di Jakarta. Padahal udah berharap banget harga makanan di sini bakalan 30%
lebih rendah dari pada di DKI eh tau tau-nya atau mungkin karena di area terminal aja ya, ga tau deh.

Habis makan kita cari angkot. Yup, buat nganter kita sampek di sini nih:



Entah karena kurang amal atau apa kita dapet angkot laknat yang tarifnya mahal banget. Biasanya per
orang cuma 7 ribu, kita dapetnya 1 orang 15 rebong, fiuh, ini nih ane kasih lihat foto penampakan sopir
angkot laknat yang senyam-senyum sendiri sepanjang perjalanan nganterin kita, haha. Ga papa lah, nyenengin sopir angkot sesekali.


Hal terbaik di pagi itu adalah: ane nemuin ATM BNI tepat jarak 7 meter dari posisi ane turun angkot.
Wkwkwk, iya sih emang kebiasaan gak pernah bawa uang cash banyak-banyak, bahkan kadang juga
gak bawa sama sekali, cuman kartu atm aja. Nah iya kalo posisi hidup lagi di kota, nah ini, di gunung
men! Mau nggesek kartu debit dimana coba??

Perjalanan kita lanjutin pake pick-up, yup mobil yang kap bagian belakangnya dipangkas itu. Tarif: 20
rebong, kalau yang ini sih lumrah soalnya medannya juga ekstrim. Mengancam kehidupan tulang
belakang sama tulang ekor.

Nah akhirnya sampailah kita di sini nih, keren kan?






Yup, ini adalah awal dari banyak hal mengejutkan. Hal-hal menegangkan yang mungkin membuat malaikat baik berdarah-darah buat memperjuangkan keselamatan ane. Sebuah petualangan yang kini menjadi sejarah, at least my own history, emm gini deh, ada kah hiker new bie ngenes selain yang punya blog ini yang pernah ke papandayan dengan 74% perjalanan naik-turun nyeker alias gak pakai pelindung kaki??

Eh bro, bersambung dulu aja yak, mumpung malem minggu nih, ngapelin dota dulu, udah semingguan
gak ketemu.. gagaga.. Bye-bye .. Entar dilanjutin kok ceritanya, kalem, tenang aja.. :)
Read More